Kontrak FPSO Bukit Tua Petronas Diperpanjang 10 Tahun, Produksi Migas di Selat Madura Terjamin

Penulis: Kemal Batubara  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 15:34:01 WIB
Perpanjangan kontrak FPSO Bukit Tua dijalin selama 10 tahun untuk menjamin produksi migas di Selat Madura.

DI YOGYAKARTA — Perpanjangan kontrak ini ditandatangani pada 10 Juli 2026 di Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Keuangan Negara Bagian Sabah Malaysia, Datuk Seri Panglima H. Masidi Hajun, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah SMJ Energy, Presiden Direktur Petronas, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Jaminan Produksi untuk Tiga Lapangan Baru Petronas

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan, perpanjangan kontrak FPSO Bukit Tua menjadi kunci keberlanjutan proyek-proyek pengembangan lapangan Petronas yang saat ini tengah dalam tahap konstruksi. Tiga lapangan tersebut adalah Lapangan Hidayah, Barokah, dan Bukit Panjang, yang seluruhnya berlokasi di sekitar FPSO Selat Madura.

"Perpanjangan ini dilakukan agar produksi minyak dan gas tidak ada jeda untuk berhenti dan sebagai jaminan keberlangsungan produksi migas," kata Djoko dalam keterangan resmi, Sabtu (11/7).

FPSO Bukit Tua sendiri telah beroperasi selama 11 tahun dengan catatan keselamatan yang impresif, yakni 2,7 juta jam kerja tanpa kecelakaan (zero accident). Kapasitas produksi fasilitas ini mencapai 25.000 barel minyak per hari dan 60 juta kaki kubik gas per hari.

Efisiensi Biaya dan Kerja Sama Lintas Negara

Selain menjamin kontinuitas produksi, kontrak baru ini juga memberikan keuntungan dari sisi efisiensi. Djoko mengungkapkan bahwa nilai sewa FPSO dalam kontrak baru lebih rendah dibandingkan kontrak sebelumnya. Hal ini menjadi angin segar bagi efisiensi biaya operasional di sektor hulu migas.

FPSO Bukit Tua merupakan aset yang dimiliki bersama antara Pemerintah Negara Bagian Sabah, melalui Kementerian Keuangan Negara Sabah Malaysia, dengan perusahaan nasional Indonesia. Dengan perpanjangan kontrak ini, hubungan kerja sama kedua negara di sektor energi diyakini akan semakin erat.

Bahkan, Pemerintah Sabah membuka peluang kerja sama lebih luas dengan menawarkan pengembangan wilayah kerja migas di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, seperti Blok Ambalat serta Blok Ligitan-Sipadan.

Komitmen Operasi Aman untuk Satu Dekade ke Depan

Dengan masa kontrak yang kini berlaku untuk 10 tahun ke depan, SKK Migas menaruh harapan besar pada kelangsungan operasi FPSO Bukit Tua. Djoko menambahkan, pihaknya berkomitmen menjaga standar keselamatan tinggi yang telah terbukti selama lebih dari satu dekade beroperasi.

"Mohon doa agar FPSO ini dapat beroperasi dengan aman, lancar, dan selamat selama 10 tahun ke depan," ungkap Djoko.

Langkah perpanjangan ini menjadi sinyal positif bagi industri hulu migas Indonesia, khususnya di wilayah kerja Petronas, yang kini memiliki kepastian operasional untuk terus memasok energi nasional dalam jangka panjang.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top