Ratusan Kader TIDAR DIY Resik-resik Kali Gajahwong, Bagi Sembako ke Warga Gambiran

Penulis: Indra Firmansyah  •  Senin, 21 September 2026 | 13:08:02 WIB
Kader TIDAR se-DIY membersihkan sampah di aliran Kali Gajahwong, Gambiran, Kota Yogyakarta.

Ratusan kader Tunas Indonesia Raya (TIDAR) se-DIY menggelar aksi resik-resik di sepanjang aliran Kali Gajahwong, Gambiran, Kota Yogyakarta, Minggu (20/9/2026). Aksi gotong royong dari lima kabupaten/kota ini menjadi program perdana kepengurusan baru TIDAR DIY sekaligus dukungan terhadap gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Selain membersihkan sungai, kegiatan diisi pembagian paket sembako kepada warga bantaran kali.

YOGYAKARTA — Kader TIDAR dari lima kabupaten/kota se-DIY turun langsung ke aliran Kali Gajahwong. Mereka memungut sampah, membersihkan tepian, dan memilah material yang menyumbat aliran air. Kegiatan bertajuk "Amemuri Amrih Lestari, Indonesia Asri Ndadari" ini menyasar kawasan Gambiran yang padat permukiman.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY Lisman Puja Kesuma hadir mendampingi kegiatan, bersama anggota DPRD Kota Yogyakarta Fraksi Gerindra Marwoto Hadi. Menurut Puja, aksi ini bentuk dukungan konkret terhadap arahan Presiden dalam membenahi lingkungan hidup dari tingkat paling bawah.

"Resik-resik kali ini sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap sehat, bersih, dan nyaman sesuai arahan Presiden Prabowo tentang Indonesia ASRI. Melalui TIDAR DIY, generasi muda berpartisipasi dan memberikan contoh langsung kepada masyarakat dengan turun ke sungai membersihkan sampah," ujarnya.

Dari Kali ke Dapur Warga Gambiran

Selepas membersihkan sungai, kader TIDAR membagikan paket sembako kepada warga di bantaran Kali Gajahwong. Sasaran utamanya pelaku UMKM kecil dan warga non-ASN yang menggantungkan hidup dari usaha harian.

Ketua RT 30 Kampung Gambiran Suyitno mengaku bersyukur atas kepedulian para pemuda tersebut. Menurutnya, bantuan itu menyentuh langsung kebutuhan warga.

"Aksi ini sangat bermanfaat bagi lingkungan dan warga kami yang mayoritas masyarakat ekonomi ke bawah. Rata-rata warga di sini merupakan pelaku UMKM kecil dan tidak ada pegawai ASN. Aksi TIDAR DIY ini bisa menjadi teladan bagaimana pemuda bergerak menjaga lingkungan dan terus menggerakkan semangat sosial masyarakat," ungkap Suyitno.

Program Perdana Kepengurusan Baru TIDAR DIY

Ketua Pengurus Daerah TIDAR DIY Agam Albiruni menyebut aksi bersih sungai ini sebagai program perdana kepengurusan baru. Isu lingkungan akan menjadi fokus utama ke depan.

"Melalui kepengurusan baru TIDAR DIY, kami berkomitmen menggerakan kaum muda semakin peduli lingkungan dan masyarakat," kata Agam.

Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Sekretaris TIDAR DIY Ahmad Makarim Pramudita menambahkan, kegiatan ini menjadi ruang edukasi publik bagi anak muda untuk membudayakan pengelolaan sampah mandiri dan prinsip 3R. Pembagian sembako pun diselipkan sebagai wujud kepedulian sosial.

"Ini pesan eksplisit bahwa anak-anak ideologis Pak Prabowo Subianto merupakan orang yang betul-betul peduli dan siap hadir di masyarakat. Kita tidak hanya pemuda yang lantang di media sosial, tapi siap action langsung turun, bertukar kebahagiaan, dan mengawal aspirasi warga," tutur Pramudita.

Jaga Yogyakarta sebagai Kota Budaya dan Wisata

Steering Committee kegiatan, Hafizh Sujana Pratama Putra, menilai nilai utama aksi ini terletak pada pembangunan kesadaran kolektif merawat Yogyakarta. Status kota budaya dan wisata menuntut lingkungan yang bersih dan nyaman.

"Sebagai Kota Budaya dan Wisata, sudah selayaknya Yogyakarta selalu dijaga lingkungannya agar senantiasa bersis, nyaman, dan sejahtera warganya," kata Hafizh.

Puja menekankan program penataan lingkungan tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Peran sungai bagi kehidupan warga membuat ekosistemnya harus dijaga berkelanjutan.

"Kegiatan ini akan terus berlangsung secara kontinyu. Sungai adalah bagian penting dari kehidupan masyarakat. Jika tercemar sampah, sungai bisa menimbulkan bencana, sehingga ekosistemnya harus selalu kita jaga," katanya.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top