DI YOGYAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan 270 unit mesin pompa air melalui program BRI Peduli untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat. Bantuan yang menyasar Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau itu diserahkan pada Senin (12/10/2026) sebagai dukungan terhadap Satgas Karhutla. Penyaluran ini menyasar dua wilayah yang akses airnya minim, sehingga pemadaman kerap terkendala.
Paragraf pembuka: Bantuan disalurkan lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, hasil koordinasi dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan Tim Satuan Tugas Karhutla. Selain mesin pompa air, BRI menyertakan nosel, selang air, serta selang hisap berukuran lima meter yang bisa dipakai sesuai kebutuhan petugas di lapangan.
Penanganan karhutla di Kalimantan Barat diwarnai sejumlah hambatan. Akses kendaraan menuju titik kebakaran sulit, sebaran api luas, dan sumber air minim.
Kondisi geografis itu menuntut personel bergerak cepat sekaligus membutuhkan peralatan pemadaman yang memadai. Mesin pompa air dinilai praktis karena mudah dimobilisasi ke lokasi yang sulit dijangkau.
Dandim 1204/Sanggau-Sekadau Letkol Inf Nurrachman Gindha Dradhizya menyampaikan apresiasi kepada BRI. Menurutnya, tambahan sarana pemadaman menunjang tugas personel, terutama saat menangani titik api yang butuh respons cepat.
"Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan, khususnya dalam penanganan karhutla. Kami mengapresiasi kepedulian BRI yang turut mendukung upaya penanggulangan dampak asap karhutla di Kalimantan Barat," ujarnya.
Karhutla menimbulkan risiko langsung bagi warga, terutama kabut asap yang mengganggu kesehatan, mobilitas, dan aktivitas ekonomi. BRI Peduli menyalurkan vitamin untuk menjaga stamina serta masker guna menekan paparan asap, khususnya bagi warga yang tetap beraktivitas di luar ruangan.
Corporate Secretary BRI Dhanny menyebut program TJSL diarahkan agar sesuai kebutuhan lapangan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam menghadapi risiko bencana.
"Melalui BRI Peduli, kami berupaya hadir untuk mendukung kebutuhan penanganan karhutla, baik melalui penyediaan peralatan bagi petugas maupun bantuan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Kami berharap dukungan ini dapat membantu kelancaran upaya pemadaman, sekaligus meringankan dampak yang dirasakan warga agar mereka tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari hingga kondisi berangsur pulih," kata Dhanny.
Langkah BRI menambah satu lagi bentuk penyaluran TJSL yang menyentuh langsung penanganan bencana, bukan sekadar program sosial seremonial. Bagi warga Landak dan Sanggau, manfaatnya konkret: pemadaman lebih cepat dan perlindungan kesehatan saat asap pekat.
Bagi perseroan, keterlibatan di wilayah operasional intinya di Kalimantan sekaligus menjaga stabilitas aktivitas ekonomi setempat. Sebab, karhutla yang meluas berpotensi mengganggu mobilitas warga hingga jalannya usaha kecil di sekitar titik kebakaran.