GUNUNGKIDUL — Sejumlah ruas jalan kabupaten di Gunungkidul yang melintasi kawasan hutan dengan pepohonan rindang menjadi titik yang perlu diantisipasi saat hujan disertai angin kencang. Pemangkasan dahan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan belum bisa berjalan maksimal karena keterbatasan peralatan dan tenaga teknis.
Selama ini petugas hanya menggunakan peralatan sederhana untuk merapikan pohon. Tangga, tali, gergaji, hingga gergaji mesin jadi andalan di lapangan.
Keterbatasan alat itu paling terasa ketika pemangkasan harus dilakukan pada pohon berukuran besar atau di lokasi yang sulit dijangkau. Pekerjaan menjadi lebih lambat dan berisiko bagi petugas.
Hana Kadaton Adinoto menyebut banyak ruas jalan, khususnya jalan kabupaten, berada di kawasan dengan pepohonan rindang. Kondisi itu perlu mendapat perhatian untuk mengantisipasi pohon tumbang yang dapat mengganggu akses jalan maupun membahayakan pengguna jalan saat musim hujan.
"Banyak ruas jalan, khususnya jalan kabupaten, berada di kawasan dengan pepohonan rindang," kata Hana Kadaton Adinoto.
Peralihan musim kemarau menuju musim hujan membuat potensi pohon tumbang di Gunungkidul menjadi perhatian. Hujan disertai angin kencang disebut sebagai pemicu utama risiko tersebut.
Ruas jalan kabupaten yang melintasi kawasan hutan menjadi prioritas pengawasan. Dahan yang dinilai berpotensi membahayakan perlu segera dirapikan sebelum cuaca ekstrem datang.
Tanpa penambahan sarana dan tenaga teknis, pemangkasan pohon besar di lokasi sulit diperkirakan tetap terkendala. Penanganan pohon rawan tumbang pun bergantung pada kesiapan peralatan yang tersedia saat ini.