DI YOGYAKARTA — Banjir bandang yang melanda Aceh sebelumnya melumpuhkan akses warga terhadap sumber air bersih. Dalam situasi darurat, setiap individu membutuhkan setidaknya 15–20 liter air per hari untuk minum, memasak, dan sanitasi. Dengan hampir seribu KK terdampak, pasokan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak untuk mencegah risiko kesehatan dan mempercepat pemulihan kehidupan normal.
Peresmian bantuan ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bener Meriah, Armia, bersama jajaran pemerintah daerah. Turut hadir perwakilan CSR dan External Relation PAMA, tokoh masyarakat, serta para penerima manfaat di Desa Reje Kampung.
Perwakilan CSR dan External Relation PAMA menegaskan bahwa fasilitas ini dirancang untuk jangka panjang. “Kami berharap bantuan instalasi air bersih ini tidak hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari proses pemulihan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (26/5).
Perusahaan menekankan nilai gotong royong dan kolaborasi sebagai kunci kebangkitan warga pascabencana. Manajemen PAMA berkomitmen menghadirkan program sosial yang berdampak nyata, bukan sekadar seremonial.
Dalam kegiatan yang sama, PAMA juga menyalurkan santunan kepada 100 anak yatim di wilayah terdampak. Langkah ini menjadi bentuk dukungan moril di tengah masa pemulihan yang berat bagi warga.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mengapresiasi kontribusi dunia usaha dalam mempercepat rehabilitasi sosial. Sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dinilai penting untuk memperkuat ketahanan warga menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Melalui program instalasi air bersih ini, PAMA berharap dapat menghadirkan sumber kehidupan baru yang lebih sehat dan produktif bagi masyarakat Bener Meriah yang tengah bangkit dari bencana.