SLEMAN — Aksi pengeroyokan yang menimpa MNR terjadi di ruas jalan penghubung Seyegan dan Godean, Sleman. Korban yang merupakan warga setempat itu mengalami sejumlah luka akibat pukulan dan tendangan dari para pelaku yang belum teridentifikasi.
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, MNR disebut bukan target utama dari aksi pengeroyokan tersebut. Korban diduga berada di tempat dan waktu yang salah saat sekelompok orang tengah mencari seseorang yang berbeda.
“Korban saat itu melintas sendirian menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba dia dihadang dan langsung dipukuli oleh beberapa orang,” ujar salah seorang sumber di lingkungan sekitar, Senin.
Akibat pengeroyokan itu, MNR mengalami luka memar di wajah dan bagian tubuh lainnya. Ia kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat untuk memulihkan kondisinya.
Polsek setempat telah menerima laporan dan tengah melakukan penyelidikan. Petugas masih memburu para pelaku yang disebut-sebut melarikan diri usai kejadian. Identitas mereka masih dalam pendalaman.
Peristiwa terjadi di malam hari saat kondisi jalanan mulai sepi. Korban yang baru pulang dari aktivitasnya tiba-tiba dihadang oleh rombongan pelaku. Tanpa banyak bicara, korban langsung menjadi sasaran amuk massa.
Warga yang berada di sekitar lokasi sempat berusaha melerai, namun para pelaku sudah lebih dulu kabur meninggalkan korban tergeletak di jalan. Kasus ini menjadi perhatian warga setempat yang resah dengan aksi kekerasan di jalanan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat melintas di kawasan tersebut, terutama pada malam hari. Petugas juga meningkatkan patroli di titik-titik rawan untuk mengantisipasi aksi serupa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun tersangka yang berhasil diamankan. Polisi masih menunggu hasil visum dan keterangan saksi untuk mengungkap motif serta pelaku pengeroyokan.