BANTUL — Geger warga Pleret, Bantul, usai seorang balita ditemukan terikat sendirian di dalam kamar kos tanpa pengawasan orang dewasa. Peristiwa itu terungkap setelah tetangga korban curiga mendengar suara tangisan anak kecil dari dalam kamar yang terkunci.
Korban berinisial ACD diketahui tinggal berdua dengan ibunya, TKS (25), di kamar kos tersebut. Ayah korban, RID (30), disebut sedang bekerja di Jakarta saat kejadian berlangsung.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang tetangga bernama Ikhsan. Sekitar pukul 17.00 WIB, saksi melihat TKS keluar dari kamar kos seorang diri dan kembali sekitar satu jam kemudian.
"Tidak lama setelah itu, saksi yang sedang membakar sate di depan kamar mendengar suara tangisan dari kamar yang ditempati korban dan ibunya," ujar Rita dalam keterangan resminya.
Merasa curiga, Ikhsan bersama pemilik kos, Astrianto, memeriksa kondisi di dalam kamar. Karena pintu dalam keadaan tertutup, keduanya mengecek melalui jendela yang kemudian dicongkel dari luar. Saat itulah mereka mendapati ACD terbaring lemas seorang diri di dalam kamar.
Saat ditemukan, kondisi balita tersebut memprihatinkan. Mulut korban dilakban menggunakan plastik bening, kedua tangan terikat lakban, serta kedua kaki diikat menggunakan lakban dan selendang berwarna merah marun. Ibu kandung korban tidak berada di lokasi saat itu.
Para saksi segera melapor ke Polsek Pleret. Petugas datang ke lokasi sekitar pukul 21.00 WIB untuk mengevakuasi korban. "Setelah dibebaskan dari ikatan, petugas memastikan korban dalam kondisi baik dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik," kata Rita.
Usai dievakuasi, korban kemudian diserahkan kepada adik kandung ayahnya yang tinggal di Kapanewon Pathuk, Gunungkidul. Kondisi ACD dilaporkan telah membaik setelah mendapatkan perawatan.
Polisi kini masih mendalami motif dan latar belakang kejadian tersebut. Pada Rabu (3/6), penyidik meminta keterangan TKS terkait dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak. "Petugas sampai sekarang masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman kasus ini secara maraton. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses pemeriksaan selesai," ujar Rita.