Balita di Bantul Ditemukan dalam Kondisi Tangan dan Kaki Terikat Lakban, Ibu Diduga Tinggalkan Sendirian

Penulis: Kemal Batubara  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 18:47:01 WIB
Balita tiga tahun ditemukan terikat lakban di kontrakan Bantul, Rabu (3/6).

BANTUL — Geger penemuan balita dalam kondisi terikat lakban di sebuah kontrakan di Padukuhan Kedaton, Pleret, Bantul, viral di media sosial, Rabu (3/6/2026). Anak berusia tiga tahun itu ditemukan warga setelah ditinggal pergi oleh ibunya sejak sehari sebelumnya.

Informasi yang beredar di grup Facebook Waton Berkah Gunungkidul menyebutkan bahwa kondisi anak tersebut sangat memprihatinkan. Kedua tangan, kedua kaki, dan mulutnya dilakban warna bening. Beruntung, lakban di bagian mulut terbuka sedikit sehingga anak masih bisa menangis.

Kronologi Penemuan: Suara Tangisan dari Kontrakan Sebelah

Mamat, anak pemilik kontrakan sekaligus saksi, menceritakan bahwa kejadian bermula saat salah satu penghuni kontrakan melihat ibu korban pergi sendirian naik motor pada Senin (1/6) sore. Sang ibu diketahui tinggal berdua dengan anaknya di kontrakan tersebut, sementara suaminya merantau ke Jakarta.

"Kata tetangga kontrakannya itu ibunya pergi naik motor tapi tidak mengajak anaknya. Nah, setelah maghrib itu tetangga kosnya dengar suara anak nangis tapi hanya pelan," ujar Mamat kepada wartawan di Kedaton, Rabu (3/6/2026).

Karena curiga, Mamat bersama warga lain mendatangi kontrakan sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah pintu tidak dibuka, ia nekat mencongkel jendela menggunakan linggis. Seorang penghuni kontrakan bertubuh kecil diminta masuk ke dalam dan menemukan bocah malang tersebut di pojok kamar.

Kondisi Anak: AC dan Kipas Menyala, Lakban Mulut Terbuka Sedikit

Saat ditemukan, anak hanya mengenakan baju dan popok. Mamat mengungkapkan bahwa kondisi kamar saat itu cukup mencekik, namun AC dan kipas angin menyala dan mengarah ke tubuh anak. "Posisi AC dan kipas menyala di kamar saat itu menyala, untung saja ketahuan," katanya.

Setelah dikeluarkan dari kontrakan, warga segera membuka lakban yang mengikat tangan dan kaki anak tersebut. Mamat kemudian melaporkan kejadian itu ke ketua RT dan polisi setempat.

Ibu Kembali ke Kontrakan Setelah Dihubungi Suami

Warga sempat berulang kali menghubungi sang ibu namun tidak mendapat respons. Akhirnya, ayah anak yang sedang merantau di Jakarta dihubungi. "Mungkin karena ditelepon suaminya akhirnya dia (istri) pulang kemarin, Selasa (2/6) sekitar pukul 10.00 WIB," ujar Mamat.

Ketua RT 7 Kadaton, Saiful, menambahkan bahwa ibu dan anak tersebut sudah mengontrak di lokasi sejak tahun 2023. Keduanya bukan warga asli Bantul. Selama tinggal di sana, sang ibu dikenal jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

Anak Dibawa ke Gunungkidul, Polisi Masih Selidiki Motif

Hingga berita ini diturunkan, motif sang ibu mengikat anaknya menggunakan lakban masih belum diketahui. Pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini.

Saiful mengungkapkan bahwa saat ini anak tersebut telah dibawa oleh saudara dari pihak ayah ke Gunungkidul. "Untuk anaknya saat ini anak sudah dibawa ke Gunungkidul. Dari polisi juga sudah ke sini," ucapnya.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top