Pemkab Sleman Gelar Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, Targetkan 350 Peserta Bahas Pemerataan Akses hingga Perubahan Iklim

Penulis: Jamal Nasution  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 01:08:02 WIB
Pemkab Sleman menggelar Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 dengan target 350 peserta dari berbagai kalangan.

SLEMAN — Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 tidak sekadar menjadi ajang diskusi tahunan. Pemkab Sleman menjadikannya ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

Empat Isu Strategis Jadi Fokus Pembahasan

Panitia menyiapkan empat isu utama yang akan dibedah selama dua hari konferensi. Pertama, pemerataan akses pendidikan berkualitas. Kedua, pendidikan dalam menghadapi perubahan iklim. Ketiga, adaptasi terhadap disrupsi teknologi. Keempat, tata kelola dan anggaran pendidikan.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Sleman Dwi Warni Yuliastuti menegaskan bahwa isu gender, disabilitas, dan inklusi sosial akan diintegrasikan ke seluruh sesi. "Tujuannya memastikan sistem pendidikan lebih ramah terhadap kelompok rentan," ujarnya di Sleman, Kamis.

350 Peserta dari Berbagai Latar Belakang

Konferensi menargetkan kehadiran lebih dari 350 peserta undangan. Mereka berasal dari pemerintah pusat dan daerah, kepala sekolah, guru, pengawas, akademisi, hingga perwakilan dunia usaha dan industri.

Ruang partisipasi juga dibuka untuk mahasiswa, penggiat pendidikan, dan masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap isu transformasi pendidikan. "Kami percaya pendidikan tidak bisa bergerak sendiri. Dibutuhkan kerja bersama agar ekosistem pendidikan mampu menjawab tantangan zaman," kata Dwi Warni.

Tema Sembada Selaras dengan Visi Sleman

Tema "Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada" dipilih karena selaras dengan semangat Kabupaten Sleman. Menurut Dwi Warni, tema ini mencerminkan upaya membangun masyarakat yang berdaya, sejahtera, serta memiliki kesempatan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Forum ini dirancang menjadi ruang bersama bagi berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi praktik baik, mendiskusikan tantangan di lapangan, serta merumuskan komitmen bersama. Pihak penyelenggara menekankan bahwa transformasi pendidikan tidak bisa dicapai secara parsial.

"Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, media, serta masyarakat luas mutlak diperlukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang tangguh," tegas Dwi Warni.

Target Lahirkan Gagasan Inovatif yang Implementatif

KPI 2026 diharapkan menjadi katalis dalam melahirkan gagasan-gagasan inovatif yang implementatif. Panitia berharap konferensi ini tidak hanya menghasilkan rekomendasi, tetapi juga langkah nyata yang mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia.

Acara yang digelar di UNY ini merupakan kerja sama antara Pemkab Sleman dengan Lingkar Daerah Belajar, sebuah jaringan yang fokus pada pengembangan pendidikan berbasis daerah.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top