YOGYAKARTA — Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, melepas langsung rombongan kendaraan niremisi yang menempuh rute ikonik sepanjang 18 kilometer. Start dilakukan pukul 06.30 WIB dari Balai Kota menuju Malioboro, melintasi Tugu Jogja, dan kembali finis di titik awal.
Sebanyak 25 unit becak listrik hasil modifikasi menjadi daya tarik utama parade. Armada ini merupakan bagian dari program konversi becak kayuh yang tengah digencarkan Pemkot Yogyakarta. Selain itu, enam mobil listrik dari berbagai merek dan tiga motor listrik turut memeriahkan iring-iringan.
Hasto Wardoyo menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah nyata sosialisasi konsep "Yogyakarta Niremisi". Fokus utama kampanye dimulai dari kawasan Sumbu Filosofi, termasuk Malioboro dan Keraton, yang menjadi prioritas penerapan transportasi rendah emisi.
Pemerintah kota menargetkan seluruh becak di kawasan strategis bisa beroperasi tanpa emisi gas buang. Program konversi becak kayuh menjadi becak listrik dinilai sebagai solusi untuk menjaga kelestarian udara sekaligus memberikan kemudahan bagi pengemudi becak.
"Kami berharap seluruh 900 becak nantinya bisa beroperasi tanpa menghasilkan emisi gas buang sama sekali," ujar Hasto dalam sambutannya.
Sebelum parade, warga diajak berpartisipasi dalam senam Zumba bersama di pagi hari. Panggung hiburan musik, stan UMKM lokal, dan perlombaan permainan tradisional turut memeriahkan suasana.
Acara ini merupakan sinergi antara Pemerintah Kota Yogyakarta dengan PT PLN (Persero), JawaPos.com, Jawa Pos TV, iCar, dan JNE. Tema besar yang diusung tahun ini adalah "Berwisata Niremisi dalam Mengurangi Pencemaran".
Selain mendorong penggunaan kendaraan listrik, penyelenggara terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya manajemen sampah. Pesan untuk tidak membuang sampah sembarangan digaungkan guna menjaga keasrian Yogyakarta sebagai destinasi wisata unggulan.
Hasto menambahkan bahwa kebijakan transportasi rendah emisi ini akan terus diperluas secara bertahap. Kawasan Malioboro dan sekitarnya menjadi laboratorium awal sebelum diterapkan di titik-titik keramaian lain di Kota Gudeg.