KEBUMEN — Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Disarpus) Kebumen menginisiasi forum diskusi yang melibatkan para tokoh dan praktisi sejarah setempat. Forum ini fokus pada penyusunan arsip Citra Daerah, sebuah dokumen yang diharapkan mampu merekam secara utuh identitas dan perjalanan historis Kabupaten Kebumen.
Diskusi ini digelar untuk memastikan data dan narasi yang masuk ke dalam arsip Citra Daerah memiliki akurasi tinggi dan representatif. Para sejarawan dan pegiat sejarah yang hadir memberikan masukan terkait periodisasi sejarah, tokoh-tokoh penting, serta artefak budaya yang menjadi ciri khas daerah.
Kepala Disarpus Kebumen melalui forum tersebut menyampaikan bahwa arsip Citra Daerah bukan sekadar dokumen administratif. Lebih dari itu, arsip ini dirancang menjadi rujukan utama bagi masyarakat dan peneliti yang ingin memahami akar budaya dan sejarah Kebumen.
“Kami ingin arsip ini menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. Dengan melibatkan para sejarawan, kami yakin data yang terkumpul akan lebih kaya dan terverifikasi,” ujar perwakilan Disarpus dalam diskusi tersebut.
Para praktisi sejarah yang diundang tidak hanya memberikan data mentah, tetapi juga turut mengkaji ulang sumber-sumber primer yang dimiliki Disarpus. Mereka menyoroti pentingnya mencantumkan bukti fisik seperti prasasti, situs purbakala, dan naskah kuno sebagai penguat narasi.
Seorang sejarawan yang hadir menekankan bahwa arsip Citra Daerah harus mencerminkan dinamika sosial dan budaya masyarakat Kebumen dari masa ke masa. “Jangan hanya menonjolkan satu sisi. Sejarah Kebumen kaya akan pengaruh Hindu-Buddha, Islam, hingga kolonial. Semua harus tercatat proporsional,” katanya.
Disarpus menargetkan penyusunan arsip Citra Daerah rampung dalam beberapa bulan ke depan. Setelah selesai, dokumen ini akan diakses secara terbuka oleh masyarakat melalui perpustakaan daerah dan platform digital.
Keberadaan arsip ini diharapkan bisa menjadi bahan ajar bagi pelajar, referensi bagi akademisi, serta pedoman bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan berbasis kearifan lokal. Forum diskusi seperti ini akan terus digelar secara berkala untuk mematangkan konten arsip.