YOGYAKARTA — Libur panjang sekolah resmi berakhir hari ini. Ratusan ribu pelajar dari tingkat SD hingga SMA/SMK di DIY kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar yang dimulai dengan MPLS.
Di balik semangat memulai tahun ajaran baru, sejumlah orang tua mengaku waswas. Kekhawatiran itu muncul karena momen MPLS kerap dimanfaatkan oleh kelompok atau geng pelajar untuk melakukan aksi perpeloncoan hingga tawuran.
“Setiap awal tahun, kami selalu khawatir anak-anak jadi sasaran geng. Apalagi MPLS biasanya jadi ajang perekrutan anggota baru,” ujar seorang wali murid di Sleman yang enggan disebutkan namanya.
Pihak sekolah bersama kepolisian setempat menyatakan telah menyiapkan langkah antisipasi. Sejumlah patroli akan digelar di titik-titik rawan sekitar sekolah selama masa MPLS berlangsung.
“Kami koordinasi dengan satuan keamanan sekolah dan Polsek setempat untuk memastikan kegiatan MPLS berjalan aman. Tidak ada ruang bagi aksi perpeloncoan atau kekerasan,” kata salah satu perwakilan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY.
Pemkot Yogyakarta dan Dinas Pendidikan setempat mengimbau orang tua untuk aktif berkomunikasi dengan anak-anak mereka selama masa MPLS. Keterbukaan diharapkan bisa mencegah anak terjerumus ke dalam pengaruh negatif geng pelajar.
“Kami minta orang tua tidak segan melapor jika menemukan indikasi perpeloncoan atau tekanan dari kelompok tertentu. MPLS seharusnya menjadi pengalaman positif, bukan ajang intimidasi,” tambahnya.