China dan Pakistan Desak AS-Iran Segera Hentikan Permusuhan, Beijing Tawarkan Mediasi Lewat MoU Islamabad

Penulis: Indra Firmansyah  •  Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:37:31 WIB
China dan Pakistan mendesak Amerika Serikat dan Iran segera menghentikan permusuhan serta memulihkan dialog bilateral.

SHANGHAI — China dan Pakistan mengambil sikap tegas di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Dalam pernyataan bersama yang dirilis Kementerian Luar Negeri China pada Jumat, kedua negara mendesak agar permusuhan segera dihentikan dan dialog bilateral segera dipulihkan.

Isi Seruan: Hentikan Serangan, Kembali ke Meja Dialog

Pertemuan antara Menlu Wang Yi dan Menlu Ishaq Dar di Shanghai menghasilkan tiga poin utama yang menjadi tekanan diplomatik. Pertama, semua pihak yang terlibat diminta segera menghentikan permusuhan. Kedua, masing-masing pihak harus berupaya mengatasi hambatan dan menghilangkan gangguan yang menghalangi komunikasi. Ketiga, negosiasi damai yang komprehensif harus segera dimulai kembali.

"Masyarakat internasional perlu terus memberikan dukungan terhadap upaya-upaya tersebut," demikian bunyi pernyataan dari Beijing, seperti dikutip dari Antara.

Wang Yi Puji Peran Mediasi Pakistan: "Perdamaian Kini Berada di Depan Mata"

Dalam pernyataannya, Wang Yi secara khusus memuji peran mediasi Pakistan yang dinilai krusial dalam meredakan ketegangan. Ia merujuk pada tahap pertama nota kesepahaman (MoU) Islamabad yang telah dicapai sebelumnya antara AS dan Iran sebagai hasil yang sulit diraih.

"Ketentuan inti dalam memorandum tersebut tidak hanya sejalan dengan kepentingan mendasar dan jangka panjang para pihak yang terlibat, tetapi juga memenuhi harapan bersama masyarakat internasional," ujar Wang.

Ia menambahkan dengan nada optimistis bahwa perdamaian kini berada di depan mata. "Dan tidak boleh kehilangan, apalagi membiarkannya lepas begitu saja," tegasnya. China, menurut Wang, akan terus memainkan peran konstruktif dalam mendorong de-eskalasi dengan caranya sendiri.

Latar Konflik: Enam Hari Serangan di Selat Hormuz

Seruan diplomatik ini muncul di tengah situasi yang kian genting. AS dan Iran dilaporkan saling melancarkan serangan militer selama enam hari terakhir. Ketegangan meningkat signifikan pasca-insiden di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi pasokan minyak dunia.

Pakistan, yang selama ini menjembatani komunikasi antara Washington dan Teheran, kini mendapat dukungan penuh dari China. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk mencegah konflik terbuka yang dapat memicu krisis energi global dan mengganggu rantai pasok di kawasan Asia.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top