SLEMAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman membuka pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2026 dengan perluasan sasaran vaksin Human Papillomavirus (HPV). Jika tahun sebelumnya vaksin HPV hanya diberikan kepada siswi kelas 5 SD, mulai Agustus 2026 vaksin ini juga menjangkau siswa laki-laki.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, menyebut kebijakan ini bertujuan menekan risiko penyakit akibat virus HPV, seperti kutil kelamin hingga penyakit menular seksual lainnya.
Khamidah menjelaskan bahwa pemberian vaksin HPV kepada anak laki-laki merupakan langkah preventif yang lebih luas. Virus yang sama dapat memicu berbagai masalah kesehatan, sehingga perlindungan tidak lagi difokuskan pada satu gender.
"Anak laki-laki juga diberikan vaksin HPV untuk mencegah penyakit akibat virus yang sama, seperti kutil kelamin hingga risiko penyakit menular seksual lainnya," kata Khamidah di Sleman, Selasa.
Program ini menyasar siswa kelas 1, 2, dan 5 SD/MI atau sederajat, termasuk anak usia sekolah yang tidak menempuh pendidikan formal. Pelaksanaan dibagi dalam dua gelombang dengan jenis vaksin berbeda.
Vaksin Td merupakan imunisasi lanjutan (booster) untuk mencegah penyakit tetanus dan difteri.
Dinkes Sleman mencatat total sasaran penerima imunisasi untuk kelas 1 mencapai 15.728 anak, terdiri atas 8.139 siswa laki-laki dan 7.589 siswa perempuan. Untuk kelas 2, jumlah sasaran tercatat 15.749 anak, mencakup 8.070 siswa laki-laki dan 7.679 siswa perempuan.
Sementara itu, target penerima untuk kelas 5 berjumlah 16.291 anak, yang terbagi atas 8.345 siswa laki-laki dan 7.946 siswa perempuan.
Khamidah menegaskan bahwa pemberian imunisasi ini bertujuan mencapai eliminasi campak-rubela serta AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) pada tahun 2030. Program ini juga dirancang untuk mempertahankan eliminasi tetanus pada ibu dan bayi, serta mengendalikan difteri hingga kanker serviks.
"Pemberian imunisasi ini bertujuan mencapai eliminasi campak-rubela serta AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) pada tahun 2030, mempertahankan eliminasi tetanus pada ibu dan bayi, serta mengendalikan difteri hingga kanker serviks," ujarnya.
Dinkes Sleman mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan orang tua untuk mendukung penuh pelaksanaan BIAS demi menjamin perlindungan kesehatan anak secara optimal.