YOGYAKARTA - Sebagai aplikasi mobile banking dengan basis pengguna raksasa - lebih dari 47,8 juta orang per Maret 2026 - gangguan pada BRImo bisa langsung terasa dampaknya bagi banyak nasabah yang mengandalkannya untuk transfer, bayar tagihan, hingga QRIS.
Ada banyak kemungkinan penyebab: mulai dari izin aplikasi yang belum disetujui, versi aplikasi yang sudah usang, koneksi internet bermasalah, server BRI sedang dalam perawatan, sampai PIN atau m-Token yang belum diaktifkan. Faktor lain seperti sistem operasi HP yang sudah tidak didukung atau ruang penyimpanan penuh juga bisa jadi penyebab.
Pastikan koneksi internet stabil (bisa dicek lewat fast.id), aplikasi sudah versi terbaru dari Play Store/App Store, dan izin aplikasi seperti kamera serta penyimpanan sudah diaktifkan di pengaturan HP.
Coba cek status server BRI di downdetector.com, lalu hapus cache aplikasi lewat menu Manajemen Aplikasi. Jika belum berhasil, restart HP atau lakukan uninstall-install ulang aplikasi BRImo. Hindari melakukan root pada HP karena berisiko merusak data akun.
Untuk masalah terkait nomor HP atau m-Token yang belum aktif, nasabah perlu datang langsung ke kantor BRI terdekat membawa KTP dan buku tabungan untuk proses aktivasi ulang lewat Customer Service.
Jika semua langkah di atas belum menyelesaikan masalah, hubungi CS BRI di nomor 14017 atau 1500017, atau kirim email ke callbri@bri.co.id dengan menyertakan identitas nasabah.
BRImo terus menambah fitur, di antaranya QRIS Transfer (kirim dana hanya dengan scan kode QR penerima, limit hingga Rp10 juta per hari) dan dukungan transfer memakai alias BI-FAST atau nama alias, tanpa perlu mengetik nomor rekening tujuan secara manual.
Apakah bisa memeriksa status server BRI tanpa aplikasi pihak ketiga?
Bisa, lewat media sosial resmi BRI seperti Twitter/X, Instagram, atau Facebook yang biasanya mengumumkan gangguan layanan.
Apa bedanya QRIS Transfer dengan transfer BI-FAST biasa?
QRIS Transfer memakai pemindaian kode QR penerima tanpa perlu nomor rekening, sementara BI-FAST tetap memerlukan nomor rekening atau alias yang terdaftar sebagai tujuan transfer.