Pemkab Kulon Progo Kembalikan Fungsi Lahan Eks Rutan Wates Jadi Tempat Ibadah dalam Penataan Alun-Alun

Penulis: Kemal Batubara  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:21:31 WIB
Lahan eks Rutan Wates di sisi barat Alun-Alun akan dikembalikan fungsinya menjadi tempat ibadah dalam penataan kawasan Catur Gatra Tunggal.

KULON PROGO — Lahan bekas rumah tahanan (rutan) di sisi barat Alun-Alun Wates akan dikembalikan fungsinya menjadi tempat ibadah. Langkah ini merupakan bagian dari rencana besar penataan kawasan yang digagas Bupati Kulon Progo Agung Setyawan.

Agung menyebut penataan tersebut disesuaikan dengan konsep filosofis Catur Gatra Tunggal, yakni penataan ruang tradisional Jawa yang menyatukan empat elemen utama: alun-alun, pusat pemerintahan, pusat perekonomian, dan tempat ibadah.

"Impian bersama masyarakat adalah menginginkan tatanan yang sesuai dengan Catur Gatra Tunggal. Jika sebelumnya di sebelah barat alun-alun berdiri rumah tahanan (rutan), kini lokasinya dikembalikan fungsinya menjadi tempat ibadah sebagai pancer atau pusatnya," kata Agung di Kulon Progo, Rabu.

Kadipaten Pura Pakualaman Kembangkan Pusat Kuliner dan Perdagangan

Penataan lahan di sekitar alun-alun dilakukan bekerja sama dengan pihak Kadipaten Pura Pakualaman. Area di sisi kiri dan kanan alun-alun dimanfaatkan kembali oleh pihak Kadipaten untuk pengembangan fasilitas publik.

Masing-masing area tersebut akan difungsikan sebagai pusat kuliner dan pusat perdagangan. Kehadiran dua fasilitas ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian warga sekitar secara berkelanjutan.

Pintu Baru Stasiun Wates hingga Relokasi Tiga Sekolah

Revitalisasi Wates tidak berhenti pada penataan alun-alun. Akses Stasiun Wates juga menjadi perhatian dengan pembukaan pintu baru yang menghadap ke arah utara untuk memperlancar aksesibilitas penumpang dan lalu lintas.

Fasilitas parkir dan pedagang kaki lima (PKL) turut ditata. Area parkir tertutup akan dibangun, sementara PKL ditempatkan di eks lahan SD Percobaan hingga SD 2. Tiga kelompok sekolah di kawasan tersebut telah dipindahkan ke lokasi baru.

Pemkab Kulon Progo juga berencana membangun Museum Cagar Budaya. Museum ini berfungsi sebagai sarana edukasi bagi siswa sekaligus menyimpan dan merawat benda-benda cagar budaya daerah yang selama ini belum memiliki tempat penyimpanan layak.

Kawasan Sport Recreation dan Perbaikan Drainase

Di area alun-alun, pemerintah menyediakan Kawasan Sport Recreation berupa fasilitas olahraga berbasis rekreasi masyarakat, bukan khusus untuk olahraga prestasi. Pembenahan infrastruktur juga mencakup perbaikan sistem drainase yang kerap tersumbat.

Penataan jaringan telekomunikasi dan listrik bawah tanah (cutting/undergrounding) dilakukan untuk menghilangkan kesan semrawut di pusat Kota Wates.

"Penataan menyeluruh ini diharapkan tidak hanya mempercantik estetika Kota Wates, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar secara berkelanjutan," ujar Agung.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top