Konser Andrea Bocelli di Candi Borobudur dan JIEXPO Jadi Momentum Perkuat Industri Musik Indonesia, Kata Menekraf

Penulis: Galih Prayoga  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:07:02 WIB
Menekraf Teuku Riefky Harsya menyampaikan sambutan mengenai konser Andrea Bocelli sebagai momentum penguatan industri musik Indonesia di Jakarta, Rabu.

JAKARTA — Rencana kedatangan penyanyi tenor kelas dunia asal Italia, Andrea Bocelli, ke Indonesia pada akhir Oktober mendatang bukan sekadar perhelatan musik. Pemerintah menilai momen ini sebagai pengakuan internasional terhadap kapasitas industri kreatif nasional, sekaligus peluang besar untuk mengerek eksposur wisata dan budaya lokal.

Dalam sambutannya di Jakarta, Rabu, Menekraf Teuku Riefky Harsya menyebut konser bertajuk "Romanza 30th Anniversary World Tour" ini merupakan ruang pertukaran pengalaman yang langka bagi para pelaku industri musik dalam negeri. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara musisi internasional dan talenta lokal di atas panggung yang sama akan membuka jejaring yang lebih luas.

"Kehadiran konser seperti ini menunjukkan semakin besar kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia sekaligus merupakan golden moment untuk menunjukkan kekayaan budaya, meningkatkan eksposur para wisata, dan melibatkan para pegiat ekonomi kreatif di Indonesia," kata Riefky.

Standar Produksi Internasional Jadi Sekolah Lapangan bagi Kru Lokal

Dampak konser ini tidak hanya dirasakan oleh para musisi yang tampil di panggung. Riefky menyoroti bahwa profesi di balik layar, mulai dari tim produksi, stage management, artist management, hingga audio dan lighting engineer, akan mendapatkan pengalaman langsung dari standar produksi internasional.

"Pertukaran ilmu pengetahuan seperti inilah yang akan memperkuat kualitas talenta dan daya saing industri musik Indonesia ke depan," ujarnya. Pengalaman ini dinilai jauh lebih berharga daripada pelatihan konvensional karena melibatkan penanganan langsung pada skala acara dunia.

Efek Domino ke Subsektor Ekonomi Kreatif Lain

Penyelenggaraan konser berskala besar ini disebut akan menggerakkan berbagai subsektor ekonomi kreatif secara bersamaan. Dampaknya diprediksi menjalar ke industri fesyen, kuliner, kriya, seni pertunjukan, desain, fotografi, videografi, periklanan, hingga konten digital.

Pemerintah sendiri telah menempatkan musik sebagai salah satu subsektor prioritas melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 37 Tahun 2026 tentang Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) Tahun 2026-2045 yang ditetapkan pada 2 Juli 2026. Musik dinilai memiliki efek pengganda terhadap tenaga kerja, investasi, ekspor, serta kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sektor ekonomi kreatif.

Kisah Andrea Bocelli: Dari Kebutaan Total Menuju Panggung Dunia

Andrea Bocelli merupakan penyanyi tenor, musisi, sekaligus pencipta lagu asal Italia yang lahir pada 1958. Sejak kecil, ia mengalami congenital glaucoma, yakni kelainan mata bawaan yang memengaruhi perkembangan saluran drainase cairan mata. Pada usia 12 tahun, ia mengalami kebutaan total setelah mengalami kecelakaan saat bermain sepak bola.

Kondisi tersebut tidak menghalangi kecintaannya terhadap musik hingga akhirnya membawa Bocelli ke panggung dunia. Ia telah berkolaborasi dengan sejumlah penyanyi ternama, di antaranya Sarah Brightman melalui "Time to Say Goodbye" dan Celine Dion dalam "The Prayer".

Meski demikian, Menekraf belum mengungkapkan nama artis Indonesia yang akan berkolaborasi dengan Bocelli dalam konser yang akan datang. Kehadiran penyanyi tenor dunia tersebut disebut tidak terlepas dari semangat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari kementerian terkait, pelaku industri, hingga promotor.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: radiostar.harianjogja.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top