PLN Kerahkan 42 Personel dan 3 Penyulang Listrik untuk Kawal Upacara HUT ke-81 RI di Gedung Agung Yogyakarta

Penulis: Kemal Batubara  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:41:31 WIB
Personel PLN memantau sistem kelistrikan di kawasan Gedung Agung Yogyakarta selama upacara HUT ke-81 RI.

PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di Gedung Agung Yogyakarta tetap andal selama upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Senin (17/8) pagi. Sebanyak 42 personel dikerahkan dengan dukungan tiga sumber penyulang serta genset dan UPS sebagai sistem cadangan.

YOGYAKARTA — PT PLN (Persero) menerjunkan puluhan personel untuk menjaga keandalan pasokan listrik di kawasan Gedung Agung, Yogyakarta, selama rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Langkah ini ditempuh untuk memastikan seluruh prosesi kenegaraan berlangsung tanpa kendala teknis.

Manager PLN UP3 Yogyakarta Wonosari, Agung Pratomo, menyatakan bahwa kesiapan personel dan peralatan telah dimatangkan sejak jauh hari. Koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan mitra pendukung, disebut menjadi kunci kelancaran tugas di lapangan.

Siaga Listrik Berlangsung Sepekan Penuh

PLN menetapkan masa siaga kelistrikan selama delapan hari, terhitung sejak 11 hingga 18 Agustus 2026. Dalam periode tersebut, seluruh sistem kelistrikan di area Gedung Agung dipantau secara intensif untuk mengantisipasi potensi gangguan.

Sebanyak 42 personel dikerahkan dalam operasi pengamanan ini. Mereka terdiri dari empat personel tim jaringan, 32 personel tim layanan teknik, serta enam personel dari tim vendor preventif korektif yang bertugas memastikan peralatan berfungsi optimal.

Pasokan Listrik Berlapis dengan Genset 400 kVA

Untuk menjamin kontinuitas daya, Gedung Agung tidak hanya mengandalkan satu sumber listrik. Sistem disuplai oleh tiga penyulang berbeda yang diperkuat dengan perangkat cadangan, yakni genset berkapasitas 400 kVA dan UPS berkapasitas 80 kVA.

Adapun kebutuhan daya listrik selama kegiatan berlangsung mencapai sekitar 865 kVA. Skema pengamanan berlapis ini dinilai penting untuk mengantisipasi skenario darurat apabila terjadi pemadaman dari sumber utama.

PLN Terapkan Pengamanan Berlapis untuk Agenda Kenegaraan

General Manager PLN UID Yogyakarta, Deri Prasetio Utomo, menegaskan bahwa pola pengamanan kelistrikan berlapis menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan kenegaraan di wilayahnya. Menurutnya, momen Hari Kemerdekaan merupakan agenda nasional yang membutuhkan jaminan pasokan listrik yang stabil.

“Hari Kemerdekaan merupakan momentum penting bagi seluruh masyarakat Indonesia. PLN hadir memastikan kebutuhan listrik pada setiap rangkaian kegiatan di Yogyakarta dapat terpenuhi dengan baik. Kami menerapkan pengamanan kelistrikan secara berlapis untuk memastikan seluruh prosesi dapat berlangsung aman, lancar, dan khidmat,” ujar Deri dalam pernyataan resminya.

Koordinasi Dimatangkan Sejak Satu Bulan Sebelumnya

Agung menambahkan, komunikasi dengan pihak terkait telah dijalin intensif sejak sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan upacara. Hal ini mencakup sinkronisasi skema pengamanan serta kesiapan sistem cadangan jika sewaktu-waktu diperlukan.

“Alhamdulillah, untuk kegiatan mulai dari persiapan hingga pelaksanaan pekerjaan, semuanya berjalan lancar. Hal ini tidak terlepas dari koordinasi yang baik serta kemampuan setiap personel PLN dalam menjalankan tugasnya, sehingga rangkaian acara dapat berlangsung dengan khidmat dan lancar,” kata Agung.

Deri menambahkan bahwa keberhasilan pengamanan listrik ini merupakan hasil dari persiapan matang dan kesiapan seluruh personel yang bertugas di lapangan. PLN berkomitmen memberikan dukungan terbaik untuk setiap agenda penting yang berlangsung di Yogyakarta.

Selama masa siaga, personel yang ditugaskan juga melakukan pemantauan berkala dan siap menangani gangguan secara cepat apabila terjadi. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan sekaligus memberikan pelayanan terbaik selama momentum peringatan kemerdekaan.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top