DPRD Kota Jogja Dorong Ekonomi Kampung Jadi Penggerak, UMKM dan Wisata Lokal Disiapkan

Penulis: Jamal Nasution  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:35:31 WIB
Warga mengamati produk UMKM dalam pameran ekonomi kampung di Kota Yogyakarta.

JOGJA — Potensi ekonomi yang tumbuh di tingkat kampung dinilai bisa menjadi tulang punggung perekonomian warga Kota Jogja. DPRD setempat meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat sesuai keunggulan masing-masing wilayah.

Candra Akbar Ishmata mengatakan kreativitas warga di akar rumput sudah terlihat dari beragam produk unggulan dan daya tarik wisata yang dikembangkan secara mandiri. Menurutnya, potensi itu perlu ditangkap pemerintah melalui fasilitasi, pendampingan, serta penyediaan infrastruktur penunjang.

Pendampingan UMKM Tak Cukup Sekadar Modal

Bantuan modal dan pembangunan sarana prasarana dinilai tidak cukup jika tanpa pendampingan. DPRD mendorong agar masyarakat mampu mengembangkan usaha secara mandiri, mulai dari peningkatan kemampuan manajerial, kualitas produk, hingga pemasaran digital.

Candra juga menyoroti pengelolaan anggaran kelurahan agar lebih banyak diarahkan pada program yang berdampak ekonomi langsung. "Anggaran kelurahan harus dikelola secara inovatif. Jangan sekadar untuk kegiatan seremonial atau rutinitas biasa, tetapi diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi," ujarnya, Jumat (21/7/2026).

Kampung Wisata Bisa Buka Lapangan Kerja

Penguatan kampung wisata menjadi salah satu peluang yang dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru. Ketika potensi wisata, produk lokal, seni, dan ekonomi kreatif berkembang bersama, aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kampung berpeluang ikut bergerak.

DPRD Kota Jogja berupaya membantu mengenalkan potensi kampung ke pihak luar. Salah satunya dengan mengarahkan kunjungan kedinasan dari luar daerah ke kampung-kampung yang memiliki potensi wisata maupun produk unggulan. Kunjungan itu diharapkan tidak berhenti sebagai sarana promosi, tetapi membuka peluang kerja sama dan memperluas pasar.

Sinergi Pemerintah dan Warga Jadi Kunci

Candra optimistis pengembangan ekonomi berbasis wilayah dapat menjadi strategi mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Kota Jogja. Namun, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.

"Kami melihat langsung di akar rumput wilayah, warga Jogja itu sangat nyeni, kreatif dan inovatif. Potensi ini harus bisa ditangkap oleh Pemerintah agar bisa menjadi daya ungkit perekonomian di tingkat kewilayahan," katanya.

"Lewat kebijakan dari DPRD, eksekusi program yang tepat dari Pemkot, dan partisipasi aktif masyarakat, ekonomi Kota Jogja bisa tangguh yang berasal dari potensi kampung," imbuhnya.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top