YOGYAKARTA — Museum Affandi tidak sekadar memajang lukisan. Di kompleks yang dibangun sejak 1962 dan diresmikan pada 1973 ini, pengunjung bisa menelusuri proses kreatif sang maestro melalui tiga galeri yang masing-masing punya karakter berbeda.
Galeri pertama memuat karya Affandi dari awal hingga akhir hayatnya, mulai dari lukisan cat air, pastel di atas kertas, hingga cat minyak di atas kanvas. Uniknya, kurasi koleksi ini dilakukan langsung oleh Affandi sendiri.
Nila, Gallery Sitter Museum Affandi, menjelaskan penempatan lukisan di galeri pertama bukan tanpa alasan. Karya asli sengaja diletakkan di bagian bawah, sementara lukisan reproduksi ditempatkan di atas.
"Lukisan yang di bawah merupakan lukisan asli yang dilukis Affandi, sedangkan yang di atas adalah lukisan repro karena suhu di atas masih panas dan belum stabil yang membuat lukisan bisa meleleh," jelasnya.
Selain lukisan, galeri ini juga memajang penghargaan yang pernah diraih Affandi serta kendaraan pribadinya, termasuk sepeda dan Mitsubishi Galant GTO 1970 yang dimodifikasi sendiri oleh sang pelukis.
Galeri kedua dibangun dengan dukungan dana dari Presiden Soeharto dan diresmikan pada 1988. Koleksinya berbeda dari galeri pertama — berisi sketsa perjalanan Affandi ketika pertama kali bepergian ke luar negeri.
"Kapal dalam perjalanan ke India, di-sketch sama beliau. Jadi perjalanan malam, siang beliau melukis di kapal itu, nanti sampai beliau ke Eropa," ungkap Nila.
Galeri ketiga merupakan bangunan terbaru yang diresmikan pada 2000. Di sini tidak ada karya Affandi, melainkan lukisan milik keluarga besarnya — dari istri, anak, hingga cucu.
Nila menambahkan, sejumlah karya Affandi menggunakan model istrinya sendiri, Maryati. Keputusan itu diambil karena biaya menyewa model pada zamannya sangat mahal.
"Bu Maryati menawarkan diri dengan satu syarat, kalau yang dilukis tubuh, beliau tidak ingin dilihatkan wajahnya. Bu Maryati berhenti dilukis setelah beliau bilang kalau merasa tua," ujarnya.
Setelah mengelilingi museum, pengunjung bisa beristirahat di Café Loteng. Tiket masuk yang sudah dibeli bisa ditukarkan dengan berbagai pilihan minuman yang disediakan di kafe tersebut.
Tarif masuk Museum Affandi untuk turis domestik dibanderol Rp 50.000, sedangkan pelajar atau mahasiswa cukup membayar Rp 25.000. Bagi pengunjung yang ingin mendokumentasikan karya-karya Affandi, dikenakan tarif tambahan Rp 20.000.