GUNUNGKIDUL — Warga Padukuhan Sayangan, Kalurahan Bandung, Kapanewon Playen, dihebohkan dengan serangan dua ekor anjing liar yang menewaskan hewan ternak mereka. Total empat ekor ternak, terdiri dari tiga kambing dan satu unggas, mati akibat gigitan anjing tersebut dalam kurun waktu sekitar tiga pekan terakhir.
Teguh Sayogi menjelaskan, kedua anjing tersebut beraksi pada pukul 23.30 hingga 01.30 WIB. Ciri-ciri kedua hewan itu pun sudah dikantongi warga, yakni satu ekor berwarna putih dengan postur besar dan satu lagi berwarna hitam berukuran sedang.
Dari pola serangannya, anjing liar itu disebut tidak menyerang secara acak. Teguh mengatakan, hewan ternak yang menjadi korban biasanya adalah kambing yang sedang habis melahirkan dan diikat di luar kandang.
"Karena serangan anjing, dan terpantau anjing ada dua ekor dengan warna satu putih besar dan satu hitam ukuran sedang. Kejadian rata-rata pukul 23.30-01.30 WIB. Kebiasaan anjing tersebut mendatangi dan menyerang ternak kambing yang habis beranak, tapi yang menjadi korban biasanya kambing yang diikat di luar kandang," jelasnya saat dihubungi, Sabtu (22/8/2026).
Warga mencatat waktu kejadian yang tidak acak. Teguh mengungkapkan, serangan pertama terjadi pada malam Rabu sekitar 21 hari lalu. Serangan berikutnya terjadi kemarin, dengan rentang waktu antar kejadian kurang lebih 14 hari.
"Kalau tidak salah kejadian pertama pada malam Rabu sekitar 21 hari yang lalu dan kejadian lagi kemarin. Kejadian demi kejadian kurang lebih berselang 14 hari, dengan kebiasaan yang sama, waktu yang juga dan hampir bersamaan. Sepertinya rute yang dilalui juga sama," lanjutnya.
Menanggapi teror yang terus berulang, warga setempat tidak tinggal diam. Mereka kini menggelar ronda setiap malam untuk memantau pergerakan kedua anjing liar tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya preventif agar tidak ada lagi ternak yang menjadi korban.
"Kami adakan ronda tiap malam, warga cukup memantau dan menginfokan jika melihat agar kami bisa cepat ke sumber info untuk berusaha menangkapnya," pungkas Teguh.
Hingga saat ini, kedua anjing liar tersebut masih berkeliaran dan belum berhasil ditangkap. Warga berharap ada langkah lanjutan dari pihak terkait untuk menangani populasi anjing liar di wilayah tersebut agar kejadian serupa tidak terulang.