Pesparani 2026 Kota Yogyakarta Resmi Dibuka, 47 Peserta dari 7 Paroki Siap Berlaga di 9 Cabang

Penulis: Jamal Nasution  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:40:01 WIB
Pembukaan Pesparani Katolik Kota Yogyakarta 2026 di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dihadiri 47 peserta dari tujuh paroki.

Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Kota Yogyakarta Tahun 2026 resmi dimulai di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, Sabtu, dengan 47 peserta dari tujuh paroki. Ajang ini digelar untuk memperkuat persaudaraan umat sekaligus mengembangkan talenta seni dan rohani, sejalan dengan predikat Yogyakarta sebagai Kota Toleransi.

YOGYAKARTA — Sebanyak 47 peserta dari tujuh paroki di Kota Yogyakarta mengikuti pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Tahun 2026 yang berlangsung di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, Sabtu. Kegiatan ini menjadi wadah bagi umat Katolik untuk mengekspresikan iman melalui seni sekaligus mempererat tali persaudaraan.

Mengusung tema "Berjalan Bersama dalam Sabda-Nya, Sehati, Sepikir dan Sepujian", ajang ini mempertandingkan sembilan cabang lomba. Beberapa di antaranya adalah Paduan Suara Anak, Paduan Suara Remaja, Paduan Suara Orang Muda Katolik (OMK), Paduan Suara Dewasa, Tutur Kitab Suci, Mazmur, serta Cerdas Cermat Rohani untuk kategori anak dan remaja.

Pesparani Bukan Sekadar Kompetisi, tapi Ruang Ekspresi Iman

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, menegaskan bahwa Pesparani memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar ajang perlombaan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang bagi umat untuk mengekspresikan iman melalui seni, membangun persaudaraan, serta meneguhkan semangat hidup bersama dalam keberagaman.

"Pesparani bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari upaya menghadirkan ruang bagi umat untuk mengekspresikan iman melalui seni, membangun persaudaraan, serta meneguhkan semangat hidup bersama dalam keberagaman," ujar Ahmad Shidqi.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Penyelenggara Katolik Kantor Kemenag Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Pemkot Yogyakarta dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Yogyakarta. Kolaborasi ini menjadi representasi Kemenag dalam memberikan pelayanan keagamaan yang inklusif serta memperkuat kerukunan umat beragama di ibu kota DIY.

Wali Kota: Jaga Jogja sebagai Kota Toleransi

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Pesparani 2026. Ia menilai kegiatan ini menjadi wadah efektif untuk mempersatukan umat Katolik sekaligus menumbuhkan bakat dan semangat kebersamaan di antara para peserta.

"Ini merupakan wadah untuk mempersatukan umat Katolik, khususnya di Kota Yogyakarta. Kami akan terus menjaga Kota Jogja yang menyandang City of Tolerance. Untuk itu, mewujudkan kota yang toleran adalah tanggung jawab kita bersama, dan kita semua mendukung kegiatan Pesparani ini," kata Hasto.

Dalam sambutannya, Hasto juga mengingatkan para peserta tentang filosofi Jawa ora rumangsa bisa, nanging bisa rumangsa. Pesan ini dimaksudkan agar para peserta senantiasa rendah hati, saling menghargai, serta menjadikan ajang ini sebagai sarana berbagi kasih dan gotong royong.

Penghayatan Iman dan Perawatan Persaudaraan Umat

Ketua Panitia Pesparani 2026 sekaligus Penyelenggara Katolik Kemenag Kota Yogyakarta, Veronika Tri Jati Ningsih, menjelaskan bahwa perhelatan ini bukan sekadar panggung seni dan kompetisi semata. Ia menegaskan bahwa Pesparani merupakan bentuk penghayatan iman Kristiani sekaligus sarana untuk merawat persaudaraan di antara umat.

Pembukaan Pesparani 2026 mendapat sambutan hangat dari pihak SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta selaku tuan rumah. Kepala sekolah mengaku bangga dan bersyukur atas kepercayaan yang diberikan, serta menilai ajang ini sebagai momentum penting untuk mempererat persaudaraan dalam kasih Tuhan.

Reporter: Jamal Nasution
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top