JOGJA — Lima kabupaten/kota di DIY diprakirakan cerah dari pagi hingga sore pada Senin (24/8/2026). Berdasarkan data prakiraan BMKG yang menjadi acuan, tidak ada potensi hujan signifikan yang membayangi wilayah ini sepanjang hari.
Meski cerah, suhu dan kelembapan udara di tiap daerah berbeda. Hal ini membuat kondisi yang dirasakan masyarakat tidak seragam, terutama antara kawasan perkotaan, dataran rendah, dan perbukitan.
Kota Jogja diprakirakan menjadi wilayah dengan suhu maksimum paling tinggi, yakni 23-31 derajat Celsius. Tingkat kelembapan di ibu kota DIY ini berada di kisaran 44%-83%.
Angka kelembapan minimum yang menyentuh 44% membuat udara di kawasan perkotaan berpotensi terasa lebih terik dan kering, terutama saat memasuki siang hari.
Kulon Progo justru memiliki rentang suhu paling rendah dibandingkan wilayah lain, yaitu 22-28 derajat Celsius. Namun, kelembapan udaranya tergolong tinggi, berkisar 58%-91%, dengan langit tetap diprakirakan cerah.
Sleman diprakirakan cerah dengan suhu 22-30 derajat Celsius dan kelembapan 46%-91%. Suhu minimum sekitar 22 derajat membuat pagi terasa cukup sejuk, tetapi paparan sinar matahari bakal semakin terasa menjelang pertengahan hari.
Bantul juga didominasi cuaca cerah dengan suhu 22-30 derajat Celsius dan kelembapan 52%-88%. Karakteristik wilayah pesisir dan dataran rendah membuat paparan sinar matahari berpotensi terasa cukup terik, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di area terbuka.
Gunungkidul memiliki suhu antara 23-30 derajat Celsius dengan kelembapan 49%-86%. Kondisi cerah yang dominan berpotensi meningkatkan penguapan air tanah, terutama di kawasan karst dan dataran tinggi setempat.
Potensi cuaca cerah dan suhu tinggi membuat masyarakat perlu menjaga kondisi tubuh, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Salah satu langkah utama adalah memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih secara rutin tanpa menunggu rasa haus untuk mencegah dehidrasi.
Bagi yang beraktivitas di luar ruangan, disarankan menggunakan tabir surya, kacamata hitam, topi, atau jaket pelindung untuk mengurangi paparan langsung radiasi ultraviolet (UV).
Cuaca cerah dan udara kering juga meningkatkan risiko kebakaran lahan maupun permukiman. Masyarakat diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan dan menghindari pembakaran sampah di area terbuka.
Aktivitas fisik berat di bawah paparan matahari langsung sebaiknya dibatasi, terutama pada periode sekitar pukul 11.00 WIB hingga 14.00 WIB. Masyarakat dapat memantau pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.