Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, memprioritaskan penguatan karakter dan kesiapan mental dalam program pelatihan kerja yang menyasar pencari kerja lokal dan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Langkah ini diambil karena kemampuan teknis dari pendidikan formal dinilai belum cukup untuk bertahan di lingkungan industri yang menuntut ketahanan mental kuat. Sepanjang tahun 2026, Pemkab Sleman telah merealisasikan sembilan paket pelatihan dan akan kembali membuka pendaftaran pada Oktober mendatang.
SLEMAN — Para pencari kerja di Kabupaten Sleman tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga dilatih ketahanan mental dan kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja industri. Hal ini menyusul realisasi sembilan paket pelatihan kerja oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman sepanjang tahun 2026 yang menekankan penguatan soft skill.
Kepala Disnaker Sleman Epiphana Kristiyani menuturkan, lulusan baru atau fresh graduate kerap hanya mengandalkan kemampuan akademis. Padahal, dunia industri saat ini menuntut lebih dari sekadar nilai ijazah.
"Kalau hanya mempunyai kemampuan teknis dari pendidikan formal itu belum cukup. Mereka perlu tambahan soft skill seperti kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, inovasi, hingga kepekaan dalam lingkungan kerja," kata Epiphana di Sleman, Senin.
Tantangan terbesar justru muncul di sektor industri manufaktur seperti garmen. Pekerja lokal sering kali harus berinteraksi langsung dengan tenaga kerja asing (TKA) atau pengawas dari luar negeri yang memiliki budaya kerja sangat tegas dan disiplin tinggi.
Tanpa pembekalan karakter yang matang, pekerja lokal rentan mengalami gegar budaya atau culture shock. Kondisi ini kerap berujung pada keputusan pekerja untuk mengundurkan diri di tengah masa kontrak.
Perhatian khusus juga diberikan kepada calon pekerja yang menyasar pasar kerja internasional. Selain keterampilan teknis, mereka dibekali pemahaman budaya kerja di negara tujuan seperti Malaysia, Taiwan, hingga sejumlah negara di kawasan Eropa.
Pembekalan ini dinilai krusial mengingat perbedaan etos kerja dan budaya organisasi di luar negeri bisa menjadi hambatan besar jika tidak dipahami sejak awal.
Melalui program pelatihan terpadu ini, Pemkab Sleman berharap angkatan kerja lokal tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga memiliki adaptabilitas dan daya saing tinggi untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja industri maupun internasional.
Disnaker Sleman dijadwalkan kembali membuka paket pelatihan kerja lanjutan pada Oktober mendatang setelah sebelumnya terdapat penyesuaian anggaran.