DI YOGYAKARTA — Suzuki akhirnya ikut meramaikan segmen kei car listrik di Jepang. Pada awal pekan ini, pabrikan asal Hamamatsu itu memperkenalkan e Sky, kendaraan listrik murni pertama untuk kelas mobil penumpang kompak yang dijadwalkan meluncur November 2026.
Kehadiran e Sky menambah panjang daftar pesaing di pasar yang masih sangat kecil ini. Pada semester pertama 2026, penjualan kei car listrik di Jepang tercatat di bawah satu persen dari total pasar. Meski begitu, persaingan justru kian panas setelah BYD masuk lewat Racoo, bersaing dengan Nissan Sakura, Honda N-One, dan Mitsubishi ek X.
Alih-alih mengejar jarak tempuh terbesar, Suzuki memilih pendekatan berbeda dengan menekankan efisiensi menyeluruh. Tim pengembang mengklaim angka konsumsi energi e Sky mencapai 12 km per kWh, menjadikannya kei car listrik paling efisien di kelasnya.
Tomoyuki Tsubata, Kepala Insinyur pengembangan e Sky, menegaskan bahwa efisiensi menjadi prioritas utama sejak awal perancangan. "Kami mendesain setiap komponen sampai ke berat dan ukuran paling kecil demi efisiensi tenaga," ujarnya dikutip dari Nikkei Asia.
Suzuki mengembangkan platform khusus untuk e Sky dengan menempatkan baterai di bawah lantai. Konfigurasi ini diklaim meningkatkan aerodinamika sekaligus menjaga bobot tetap ringan tanpa mengorbankan durabilitas.
Dengan kapasitas baterai 26 kilowatt-hours, e Sky sanggup menempuh jarak 310 km dalam sekali pengisian daya. Angka tersebut memang sedikit di bawah BYD Racoo yang diklaim mampu mencapai 320 km, namun sistem pengisiannya tergolong cepat berkat dukungan DC charging hingga 50 kW.
Dari kondisi kosong, baterai e Sky butuh 28 menit untuk mencapai daya 80 persen. Sementara untuk pengisian di rumah, tersedia dua opsi: AC 3 kW yang memakan waktu delapan jam penuh, atau AC 6 kW yang hanya butuh empat setengah jam.
Yang menarik dari pengembangan e Sky adalah orientasinya yang tidak hanya untuk pasar domestik. Suzuki mengaku mendesain kei car listrik ini dengan mempertimbangkan pasar global sejak awal.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan Uni Eropa yang tahun lalu membuat kategorisasi kelas kendaraan baru untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. Dalam daftar tersebut, kei car asal Jepang masuk sebagai kategori tersendiri yang memungkinkan model seperti e Sky dipasarkan di negara-negara Eropa.
Soal harga, Suzuki belum mau bicara banyak. Tsubata hanya menyiratkan bahwa e Sky akan dibanderol dengan harga yang terjangkau. "Kami akan memberikan harga yang terjangkau dengan efisiensi yang akan disukai, karena ini merupakan kei car listrik pertama kami," tambahnya.