Prakiraan Cuaca DIY Rabu 26 Agustus 2026: Kota Yogyakarta Terpanas 32 Derajat, Angin Kencang Landa Gunungkidul

Penulis: Kemal Batubara  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:17:01 WIB
Petugas memantau layar prakiraan cuaca di kantor BMKG Yogyakarta, Rabu (26/8/2026).

YOGYAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca harian untuk lima kabupaten/kota di DIY pada Rabu (26/8/2026). Secara umum, kondisi langit di seluruh wilayah diprediksi bersahabat, mulai dari cerah hingga berawan sepanjang hari.

Dua wilayah, yakni Kulon Progo dan Bantul, berpotensi mengalami cuaca cerah berawan secara konsisten dari pagi hingga malam. Sementara itu, tiga wilayah lainnya—Sleman, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul—diprakirakan cerah pada pagi hari sebelum kemudian berubah menjadi cerah berawan hingga berawan pada waktu-waktu tertentu.

Suhu Maksimum 32 Derajat di Pusat Kota

Berdasarkan data BMKG, suhu udara di lima kabupaten/kota tersebut berada pada kisaran 21 hingga 32 derajat Celsius. Suhu terpanas diprediksi terjadi di Kota Yogyakarta yang mencapai angka 32 derajat Celsius.

Sementara itu, wilayah lain seperti Sleman dan Gunungkidul diperkirakan memiliki suhu yang sedikit lebih rendah. Perbedaan suhu ini umum terjadi karena faktor kepadatan bangunan dan aktivitas perkotaan yang lebih tinggi di pusat ibu kota provinsi.

Angin Terkuat Berhembus di Gunungkidul

Kecepatan angin di wilayah DIY pada hari ini diprakirakan berkisar antara 16 hingga 21 kilometer per jam. Gunungkidul menjadi wilayah dengan hembusan angin paling kencang, mencapai 21 kilometer per jam.

Kecepatan angin tersebut masih berada dalam kategori normal dan tidak berpotensi menimbulkan dampak signifikan. Masyarakat yang beraktivitas di pesisir selatan atau area terbuka tetap diimbau waspada terhadap perubahan kondisi cuaca yang cepat.

Waspadai Peralihan Cuaca dari Cerah ke Berawan

BMKG mengingatkan bahwa meskipun prakiraan cuaca cenderung cerah, potensi perubahan menjadi berawan tetap ada terutama di wilayah Sleman, Kota Yogyakarta, dan Gunungkidul. Kondisi ini biasa terjadi pada musim kemarau di mana dinamika atmosfer masih dapat memicu pertumbuhan awan secara lokal.

Warga yang berencana beraktivitas di luar ruangan, seperti bertani, berdagang, atau bepergian, disarankan tetap membawa perlengkapan pelindung dari panas matahari. Suhu maksimum yang mencapai 32 derajat Celsius di Kota Yogyakarta berpotensi membuat udara terasa gerah pada siang hingga sore hari.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: jogja.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top