Pemerintah Kabupaten Sleman menggandeng BPJS Ketenagakerjaan DIY dan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) untuk memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi mahasiswa magang penerima beasiswa "Sleman Pintar". Perlindungan ini dicanangkan di Auditorium Kampus UTY, Rabu, sebagai bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan.
SLEMAN — Ratusan mahasiswa penerima beasiswa "Sleman Pintar" yang tengah menjalani magang kerja kini mendapat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Kerja sama ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Sleman, BPJS Ketenagakerjaan perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta, Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Sleman.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menyerahkan secara simbolis perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan mahasiswa magang "Sleman Pintar" di Auditorium Kampus UTY, Rabu. Menurut dia, perlindungan pekerja menjadi salah satu kunci penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Harda menegaskan bahwa kesejahteraan tidak hanya diukur dari besaran pendapatan, tetapi juga menyangkut rasa aman dan perlindungan. Ia menilai kemampuan seseorang menjaga keberlangsungan hidup keluarganya ketika menghadapi risiko sosial dan ekonomi sama pentingnya dengan nominal upah yang diterima.
"Kehadiran jaminan sosial ketenagakerjaan menjadi bentuk nyata dari rasa tepo seliro dan kepedulian terhadap keberlangsungan kehidupan pekerja dan keluarganya," kata Harda Kiswaya dalam sambutannya.
Ia mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan dan seluruh pihak yang telah menjadi mitra Pemkab Sleman dalam perluasan perlindungan jaminan sosial. "Kolaborasi, sinergi dan peran aktif semua pihak merupakan pondasi utama dalam mewujudkan Sleman yang maju, adil, makmur, lestari dan berkeadaban," ujarnya.
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan DIY Rudi Susanto menyebut kegiatan ini selaras dengan misi lembaganya untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja dalam semua jenis dan bentuk pekerjaan. Dengan adanya perlindungan terhadap risiko yang mungkin terjadi selama bekerja, keberlangsungan kesejahteraan pekerja dan keluarganya dapat lebih terjaga.
Melalui program beasiswa "Sleman Pintar", Rudi berharap anak penerima manfaat nantinya bisa mendapat pekerjaan di sektor formal dengan penghasilan yang layak. Menurut dia, mahasiswa tidak hanya perlu meraih nilai kuliah yang baik, tetapi juga memiliki pengalaman kerja dan memahami budaya industri.
"Kehadiran mahasiswa magang tentunya bisa membantu proses produksi dan mungkin menjadi inovasi. Sebab selama magang mereka juga dipantau dan diarahkan oleh dosen pembimbing," kata Rudi.
Rudi berharap semakin banyak pelaku usaha di Kabupaten Sleman yang bersedia berkolaborasi mendukung pelaksanaan Program Sleman Pintar. Keterlibatan dunia usaha dinilai penting, khususnya dalam memberikan kesempatan magang kepada para mahasiswa penerima beasiswa agar mereka mendapat pengalaman langsung di dunia kerja.
Kerja sama ini menjadi langkah konkret Pemkab Sleman dalam memastikan generasi muda dari keluarga kurang mampu tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi sekaligus terlindungi saat memasuki dunia kerja. Program magang ini juga menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memahami dinamika industri sebelum benar-benar terjun ke pasar kerja.