Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Yogyakarta membuka ruang partisipasi politik bagi pelajar melalui Parlemen Pelajar yang melibatkan 40 perwakilan dari pengurus OSIS dan Forum Anak Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi rangkaian awal dari Olimpiade Demokrasi dan lomba Konten Inisiasi Demokrasi yang akan berlangsung hingga September 2026. Upaya ini menyasar generasi muda agar memiliki literasi politik yang baik dan mampu menangkal disinformasi di ruang digital.
YOGYAKARTA — Kesbangpol Kota Yogyakarta tidak hanya menggelar kompetisi cerdas cermat, tetapi juga membentuk pemilih pemula yang kritis melalui simulasi parlemen. Sebanyak 40 pelajar terpilih dari pengurus OSIS dan Forum Anak dilibatkan dalam Parlemen Pelajar yang digelar pada 18 Agustus lalu. Mereka diajak memahami tiga fungsi utama parlemen: legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Yogyakarta, Polana Setia Hati, mengatakan kegiatan ini dirancang atraktif agar kesadaran politik generasi muda meningkat. "Kegiatan tersebut sebagai upaya atraktif meningkatkan awareness terkait politik di kalangan generasi muda," ujarnya di Yogyakarta, Rabu.
Setelah Parlemen Pelajar, Kesbangpol melanjutkan program dengan dua ajang kompetisi. Pertama, Olimpiade Demokrasi bertema "Cerdas Beraspirasi, Aktif Berpartisipasi". Kedua, lomba Konten Inisiasi Demokrasi dengan tema "Netizen dalam Demokrasi". Rangkaian kegiatan dimulai Agustus hingga September 2026.
Kompetisi ini mengintegrasikan literasi demokrasi dan politik melalui lomba cerdas cermat. Selain itu, peserta ditantang memproduksi narasi edukatif di media sosial tentang demokrasi yang inklusif. Hal ini sekaligus menjadi upaya menangkal disinformasi yang dihasilkan kecerdasan buatan atau AI.
Polana menegaskan pendidikan politik bukan sekadar mencetak generasi penerus yang paham praktik politik secara etik dan rasional. Orientasinya harus pada kepentingan publik. "Karena itu kami membuka ruang seluas-luasnya bagi pelajar dan pemuda Yogyakarta untuk meningkatkan pemahaman demokrasi dan politik, serta menyuarakan aspirasi mereka di ruang digital," katanya.
Melalui program ini, Kesbangpol menargetkan lahirnya calon pemimpin dan wakil rakyat berintegritas tinggi. Gagasan kritis pelajar mengenai isu-isu strategis juga diserap sebagai masukan perancangan kebijakan Pemkot Yogyakarta.
Program ini diarahkan untuk membentuk pemilih pemula yang berkualitas. Pelajar diharapkan memiliki kapasitas literasi demokrasi dan politik yang baik, sehingga partisipasi mereka dalam kehidupan demokrasi bersifat substansial, bukan sekadar prosedural.
Polana menambahkan, kegiatan ini juga menumbuhkan motivasi kepemimpinan di kalangan pelajar. Dengan begitu, regenerasi kepemimpinan daerah di masa depan diharapkan diisi oleh individu-individu yang memahami mekanisme pemerintahan dan mengedepankan integritas.