Dinas Pertanian Kulon Progo Kawal Penanaman Bawang Merah di Sentolo, Target Jaga Produktivitas 220 Hektare

Penulis: Kemal Batubara  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 00:17:31 WIB
Penyuluh pertanian mendampingi petani saat penanaman bawang merah di Sentolo, Kulon Progo, pada musim tanam Agustus.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengawal ketat penanaman bawang merah di Kapanewon Sentolo pada musim tanam Agustus. Luas tambah tanam komoditas ini mencapai 220 hektare yang tersebar di empat kalurahan, dengan Srikayangan sebagai penyumbang terluas. Pengawalan dilakukan melalui pendampingan penyuluh lapangan dan kesiapsiagaan petugas pengendali hama untuk menekan biaya produksi petani.

KULON PROGO — Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo memastikan pendampingan intensif berjalan pada musim tanam bawang merah Agustus di Kapanewon Sentolo. Wilayah ini menjadi barometer utama komoditas bawang merah di kabupaten tersebut karena luasan lahannya yang potensial.

Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Wazan Mudzakir, menyampaikan apresiasi kepada petani Sentolo yang tetap bergerak melakukan olah lahan dan penanaman di musim tanam ini.

"Kami sangat mengapresiasi kemandirian dan etos kerja para petani Sentolo yang terus bergerak melakukan olah lahan dan penanaman bawang merah di musim tanam ini," kata Wazan di Kulon Progo, Rabu.

Luas Tambah Tanam Capai 220 Hektare di Empat Kalurahan

Berdasarkan data Luas Tambah Tanam (LTT) bawang merah bulan Agustus, pertanaman komoditas tersebut tersebar di empat kalurahan. Srikayangan mendominasi dengan luasan 173 hektare, disusul Demangrejo seluas 23 hektare, Sukoreno 22 hektare, dan Tuksono 2 hektare.

Total luas tambah tanam yang tercatat mencapai 220 hektare. Angka ini menjadi indikator aktivitas pertanian yang berjalan di wilayah Sentolo pada periode tanam kali ini.

Pendampingan PPL dan Kesiapsiagaan POPT Jadi Kunci

Pengawalan musim tanam dilakukan melalui optimalisasi pendampingan tim Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Selain itu, agen Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) juga disiagakan untuk memantau proses budidaya di lapangan.

Langkah ini ditujukan untuk mengantisipasi potensi serangan hama sejak dini. Pemantauan rutin diharapkan mampu menjaga kesehatan tanaman hingga masa panen tiba.

Menjaga Produktivitas Sekaligus Menekan Biaya Operasional

Pemerintah daerah menargetkan produktivitas tinggi dapat dipertahankan tanpa membebani biaya operasional petani. Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga kesejahteraan petani di Sentolo.

"Target kita adalah menjaga produktivitas tinggi sekaligus menekan ongkos produksi agar kesejahteraan petani di Sentolo tetap terjaga," kata Wazan.

Dengan pengawalan yang berjalan sejak awal musim tanam, diharapkan hasil panen bawang merah di Kulon Progo tetap stabil dan menguntungkan bagi para petani.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top