Prakiraan Cuaca DIY Jumat 28 Agustus 2026: Cerah Berawan, Sleman Waspadai Udara Kabur Malam Hari

Penulis: Galih Prayoga  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:19:01 WIB
Suhu tertinggi 32 derajat Celsius diprakirakan merata di lima wilayah DIY pada Jumat (28/8/2026).

YOGYAKARTA — Suhu tertinggi 32 derajat Celsius diprediksi terjadi merata di lima wilayah DIY, yakni Kulon Progo, Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul, dan Gunungkidul. Sementara itu, suhu terendah berada di kisaran 19-20 derajat Celsius yang berpotensi terasa dingin terutama pada malam hingga dini hari.

Berdasarkan informasi prakiraan cuaca yang dirilis BMKG, kecepatan angin di wilayah DIY diperkirakan mencapai 13-20 kilometer per jam. Kecepatan angin tertinggi diprakirakan terjadi di Kabupaten Gunungkidul.

Potensi Udara Kabur di Sleman dan Imbauan Warga

BMKG mengeluarkan peringatan khusus untuk wilayah Sleman yang diprediksi mengalami kondisi udara kabur pada malam hari. Fenomena ini umumnya terjadi akibat kelembapan udara yang tinggi dan berkurangnya intensitas angin di malam hari, sehingga partikel uap air terperangkap di dekat permukaan tanah.

Kondisi udara kabur ini biasanya berdampak pada berkurangnya jarak pandang. Warga Sleman, terutama pengendara yang melintas di jalan kabupaten atau area persawahan, diimbau untuk lebih berhati-hati dan menyalakan lampu kendaraan saat berkendara pada malam hari.

Prakiraan Suhu dan Angin di Lima Wilayah DIY

Berikut rincian prakiraan cuaca untuk wilayah DIY pada Jumat (28/8/2026):

  • Suhu udara: berkisar antara 19-32 derajat Celsius di seluruh DIY.
  • Kondisi umum: cerah berawan, dengan sebagian wilayah berpotensi berawan pada waktu tertentu.
  • Kecepatan angin: 13-20 kilometer per jam, dengan hembusan tercepat di Gunungkidul.
  • Catatan khusus: Sleman berpotensi mengalami udara kabur pada malam hari.

Dengan kondisi cuaca yang didominasi cerah, aktivitas masyarakat di luar ruangan pada siang hari diperkirakan tetap lancar. Namun, perbedaan suhu yang cukup signifikan antara siang dan malam hari perlu diantisipasi, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar rumah pada malam hari.

Reporter: Galih Prayoga
Sumber: jogja.idntimes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top