Polda DIY Apresiasi Aksi Mahasiswa di Malioboro Berlangsung Damai, 10 Tuntutan Disuarakan ke DPRD

Penulis: Hendri Saputra  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:19:31 WIB
Ratusan mahasiswa menyampaikan aspirasi di kawasan Malioboro, Yogyakarta, pada Kamis (27/8).

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Forum BEM DIY menyuarakan 10 tuntutan dalam aksi unjuk rasa di kawasan Malioboro dan Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, Kamis (27/8). Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) mengapresiasi jalannya aksi yang dinilai damai, kondusif, dan menunjukkan kematangan demokrasi.

YOGYAKARTA — Aksi penyampaian aspirasi yang digelar mahasiswa di pusat kota Yogyakarta berlangsung tanpa gesekan berarti. Polda DIY menyebut massa yang bergerak dari kawasan Abu Bakar Ali menuju Gedung DPRD DIY kemudian berlanjut ke Titik Nol Kilometer itu mampu menjaga ketertiban hingga selesai pada sore hari.

Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menyampaikan apresiasi langsung kepada para mahasiswa. Menurutnya, aksi yang dilakukan secara bertanggung jawab ini menjadi bukti nyata kedewasaan berdemokrasi di Yogyakarta.

"Kami sangat mengapresiasi rekan-rekan mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasinya secara bertanggung jawab dan damai," kata Ihsan di Sleman, Jumat (28/8).

10 Tuntutan Mahasiswa: Dari RUU Perampasan Aset hingga Reformasi Kepolisian

Dalam aksi tersebut, Forum BEM DIY membawa sejumlah isu krusial yang menjadi sorotan nasional. Dua tuntutan utama yang paling menonjol adalah penguatan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal, serta desakan percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti beberapa persoalan kebangsaan lain. Tuntutan tersebut mencakup reformasi kepolisian, tuntutan pendidikan gratis, evaluasi kebijakan kehutanan, hingga penarikan TNI dan Polri dari ranah sipil.

Jaga Warga Ikut Andil, Patroli Dialogis Dilanjutkan Malam Hari

Polda DIY tidak hanya memantau jalannya aksi dari kejauhan. Kombes Pol Ihsan juga mengapresiasi peran kelompok Jaga Warga dan elemen masyarakat lain yang turut membantu menjaga situasi tetap aman selama unjuk rasa berlangsung.

"Polda DIY memastikan seluruh wilayah aman dan kondusif," ujarnya menegaskan komitmen pihaknya dalam mengawal setiap kegiatan penyampaian aspirasi.

Setelah massa membubarkan diri, kepolisian tidak langsung menarik seluruh personel. Patroli dialogis tetap dilakukan pada malam hari untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat pasca-aksi.

Imbauan untuk Masyarakat: Jangan Mudah Terprovokasi Hoaks

Di tengah tingginya arus informasi pasca aksi, Ihsan mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam menyikapi berita yang beredar di media sosial. Ia meminta warga tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.

"Jangan mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya," kata Ihsan.

Pihaknya berkomitmen penuh untuk melayani setiap kegiatan penyampaian aspirasi dengan mengedepankan pola pendekatan humanis dan persuasif. Hal ini dinilai penting untuk menjaga iklim demokrasi yang sehat di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Reporter: Hendri Saputra
Sumber: jogja.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top