Data Terbaru Pemulihan Jembatan Flores: 64 Longsoran, 14 Jembatan Rusak, Target Rehabilitasi September

Penulis: Redaksi  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 02:15:58 WIB
Data Terbaru Pemulihan Jembatan Flores: 64 Longsoran, 14 Jembatan Rusak, Target Rehabilitasi September

Sebanyak 64 titik longsoran, 7 titik patahan badan jalan, dan 14 unit jembatan serta deuker rusak akibat gempa Flores per 20 Agustus 2026. Dari angka tersebut, dua jembatan vital menjadi prioritas utama: Jembatan Wae Pesi di Kabupaten Manggarai dan Jembatan Wae Dampek di Kabupaten Manggarai Timur. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo langsung menginstruksikan percepatan rehabilitasi keduanya.

 

Manggarai – Instruksi itu disampaikan saat Menteri Dody meninjau langsung kedua lokasi pada Jumat (28/8/2026). Penanganan tidak hanya bertujuan mengembalikan fungsi jembatan, tetapi juga memperkuat ketahanan terhadap gempa. “Wae Pesi ini secara keseluruhan terdampak paling parah. Kita berusaha merehabilitasi dengan cepat. Saat ini sedang mendatangkan alat dari Jakarta. Mudah-mudahan paling lambat pertengahan September kita sudah mulai melakukan rehabilitasi,” kata Menteri Dody.

 

Jembatan Wae Pesi berada pada ruas Ruteng–Reo–Kedindi. Akses ini terhubung langsung dengan Pelabuhan Reo yang memiliki depo Pertamina untuk distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM). Hasil pemeriksaan BPJN NTT menunjukkan kerusakan meliputi retakan pada oprit jembatan, expansion joint, serta bagian daerah aliran sungai (DAS).

 

Untuk mempercepat penanganan, peralatan didatangkan dari Jakarta dan saat ini dalam perjalanan. Rehabilitasi ditargetkan mulai paling lambat pertengahan September 2026. Dengan demikian, fungsi jembatan segera pulih dan gangguan perjalanan masyarakat di jalur tersebut tidak berlangsung lama.

 

Menteri Dody menekankan bahwa penanganan infrastruktur terdampak gempa harus cepat. “Yang menjadi porsi kita harus kita kerjakan secepat-cepatnya. Dengan kualitas harus lebih bagus lagi dan berkarakter lebih tahan terhadap gempa,” ujarnya. Hal itu disampaikan saat meninjau Jembatan Wae Dampek yang membentang di Sungai Wae Laing, Kabupaten Manggarai Timur. Jembatan sepanjang 60 meter dengan tipe rangka baja tersebut berada pada ruas Wae Gongger–Batas Kabupaten Manggarai–Pota.

 

Saat peninjauan, Menteri Dody tidak hanya memeriksa oprit, tetapi juga turun langsung ke bagian bawah jembatan untuk melihat kondisi struktur. Ia memastikan penanganan dilakukan secara tepat. Prinsip build back better menjadi pegangan. “Ini adalah daerah gempa. Jadi bangunannya harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi alamnya. Prinsipnya kita harus membangun dengan lebih baik lagi, tetapi dengan lebih cepat,” kata Dody Hanggodo.

 

Secara keseluruhan, gempa Flores berdampak pada 11 ruas jalan nasional. BPJN NTT telah memobilisasi 12 unit excavator serta 4 unit loader untuk pemulihan akses. Selain itu, jembatan Bailey juga didatangkan dari NTB, Bali, dan Sulawesi Selatan. Kementerian PU memastikan seluruh ruas jalan nasional di Pulau Flores saat ini dapat dilalui kendaraan secara fungsional.

Reporter: Redaksi
Back to top