Survei Badan Anak dan Keluarga Jepang: 35,1 Persen Anak Muda Tak Berencana Menikah

Penulis: Kemal Batubara  •  Rabu, 02 September 2026 | 15:45:32 WIB
,1 persen anak muda Jepang yang belum menikah tidak berencana menikah berdasarkan survei Badan Anak dan Keluarga Jepang.

YOGYAKARTA — Badan Anak dan Keluarga Jepang mencatat 35,1 persen anak muda yang belum menikah di Jepang tidak berencana menikah. Hasil survei terhadap 68.000 responden valid ini menempatkan persoalan pendapatan dan waktu untuk diri sendiri sebagai hambatan terbesar.

Waktu Luang dan Hobi Lebih Diprioritaskan daripada Pernikahan

Angka itu berpijak dari survei yang melibatkan sekitar 100.000 laki-laki dan perempuan berusia 15–39 tahun. Dari total tanggapan yang masuk, lebih dari 60 persen responden merupakan kelompok yang belum menikah.

Hampir separuh dari mereka, tepatnya 50,8 persen, menempatkan menikmati waktu luang dan hobi sebagai prioritas di atas pernikahan. Kondisi ini memperlihatkan pergeseran nilai di kalangan generasi muda Jepang dalam menyikapi jenjang hidup berkeluarga.

Meski begitu, 37,5 persen responden mengaku masih ingin menikah suatu hari nanti. Sebanyak 10,3 persen menargetkan pernikahan dalam dua hingga tiga tahun, dan 9,5 persen lainnya berencana segera menikah.

Soal Gaji dan Hilangnya Waktu Pribadi Jadi Alasan Terbesar Menunda Nikah

Kekhawatiran soal kecukupan pendapatan menjadi alasan yang paling banyak disebut. Data menunjukkan 40 persen responden merasa tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk membiayai kehidupan rumah tangga.

Hilangnya waktu luang atau berkurangnya waktu untuk hobi menjadi pertimbangan berikutnya, dipilih 34,4 persen responden. Sebanyak 32,6 persen lainnya mengaku belum menemukan orang yang ingin dinikahi, sementara 30,3 persen terkendala tempat tinggal serta biaya hunian setelah menikah.

Ketimpangan Peran Rumah Tangga Lebih Terasa bagi Perempuan

Survei yang sama menemukan perbedaan pandangan antargender. Perempuan lebih banyak menyebut ketimpangan pembagian pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak sebagai kendala pernikahan dibandingkan laki-laki.

Badan Anak dan Keluarga Jepang berencana melanjutkan analisis atas hasil ini. Data tersebut akan dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan yang berkaitan dengan anak muda dan pernikahan di Jepang.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: radiostar.harianjogja.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top