DI YOGYAKARTA — Budi menyatakan produk Bulog, baik beras premium maupun medium, kini mulai diarahkan untuk masuk ke ritel modern. "Kalau saya lihat, pasokan kita cukup. Tinggal bagaimana memastikan barang sampai ke rak-rak minimarket," ujarnya di kantor Kementerian Perdagangan, Rabu (2/9/2026).
Pemerintah terus mendorong Bulog bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (Hippindo). Tujuannya agar beras Bulog tersedia di minimarket maupun ritel modern. "Kita koordinasi terus supaya Bulog itu bisa memasok ke Aprindo, ke Hippindo, di asosiasinya ya, di minimarket maupun di ritel modern," jelas Budi.
Budi menambahkan, penguatan pasokan ini untuk memastikan masyarakat mudah mendapatkan beras. Dengan masuknya stok Bulog, harga diharapkan tetap stabil dan tidak ada lonjakan. "Jadi kita terus supaya produk-produk itu diisi dari Bulog," imbuhnya.
Aprindo pada dasarnya berperan sebagai penjual produk di jaringan ritel. Namun, dalam kasus ini, pemerintah mendorong Bulog menyalurkan pasokan melalui asosiasi tersebut. Langkah ini diyakini memperluas ketersediaan beras sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Koordinasi antarinstansi menjadi kunci. Kementerian Perdagangan, Bulog, dan peritel berkomitmen mempercepat distribusi agar kelangkaan segera teratasi.