BANTUL — Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul berencana membangun food court di kawasan kantornya sebagai ruang permanen bagi pelaku UMKM memasarkan produk. Rencana ini muncul karena potensi dan peluang usaha yang besar, namun selama ini belum tersedia area khusus yang memadai.
BANTUL — Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, berencana menghadirkan food court di kompleks Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) setempat. Keberadaan fasilitas ini diharapkan memperkuat akses pemasaran produk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan secara lebih nyaman dan tertata.
Penelaah Teknis Kebijakan DKUKMPP Bantul, Yudha Sutikna, mengatakan area tersebut nantinya dapat digunakan pelaku UMKM untuk menggelar bazar maupun menawarkan produk secara rutin.
Selama ini, DKUKMPP secara rutin menggelar Bazar UMKM di kompleks parkir kantornya setiap dua minggu sekali. Kegiatan tersebut melibatkan pelaku UMKM binaan serta anggota asosiasi pelaku usaha di Bantul.
“Biasanya bazar diikuti oleh 10-15 UMKM secara konsisten dengan produk yang beragam mulai makanan minuman, kerajinan, fesyen, hingga produk mentah,” ujar Yudha.
Rencananya, food court tersebut akan dibangun di sisi timur kantor. Langkah ini diambil agar penyelenggaraan bazar tidak lagi bersifat sementara dan lebih nyaman bagi pengunjung maupun pedagang.
“Biar lebih tertata, karena memang ada potensi dan peluang tapi ini belum ada food court,” katanya.
Ketua Bazar UMKM, Ayu, menuturkan pembinaan yang dilakukan dinas telah berdampak positif terhadap pemasaran produk. Para pelaku usaha mendapat dukungan dalam proses promosi, baik secara daring maupun luring.
“Kami pelaku UMKM mendapatkan dukungan dari dinas dalam proses promosi produk baik daring maupun luring,” katanya.
Ayu sendiri telah konsisten mengikuti kegiatan Bazar UMKM sejak 2020. Ia bersama pelaku UMKM binaan lainnya menyambut baik rencana pembangunan food court tersebut.
“Mereka berusaha maksimal mempersiapkan produk-produk unggulan mereka,” ujarnya.
Tak hanya bazar rutin, pelaku UMKM binaan juga dilibatkan dalam sejumlah kegiatan ekspo di berbagai kabupaten di DIY, seperti Kulon Progo. Proses pemberdayaan dilakukan secara bertahap, dimulai dari tingkat lokal terlebih dahulu.
“Prosesnya dari awal dulu, tidak langsung kita kirim ke tingkat internasional atau nasional. Tingkatnya ya yang lokal-lokal dulu,” kata Yudha.
Dengan adanya food court permanen, diharapkan para pelaku UMKM memiliki ruang berjualan yang lebih stabil dan mampu mengembangkan usahanya ke jenjang berikutnya.