6 Gunung Berapi Siaga Termasuk Anak Krakatau, Simak Dampaknya untuk Penerbangan

Penulis: Kemal Batubara  •  Senin, 07 September 2026 | 14:38:31 WIB
Kolom abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar hingga lima provinsi dan berdampak pada penutupan sementara delapan bandara di Indonesia.

DI YOGYAKARTA — Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan di sejumlah wilayah Indonesia. Enam gunung api kini berstatus Siaga (Level III), memantik kekhawatiran bagi masyarakat dan pelaku perjalanan udara. Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau bahkan terpantau menyebar hingga ke lima provinsi sekaligus.

Anak Krakatau dan Dampaknya ke Penerbangan

Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menjadi perhatian utama. Berstatus Siaga sejak 2 Juli 2026, aktivitasnya kembali meningkat pada awal September. Erupsi terbaru terjadi Minggu (6/9) pukul 20.23 WIB dan kolom abunya menyebar ke Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, hingga Bengkulu.

Analisis citra satelit Himawari-9 oleh BMKG bersama data VONA dan VAAC Darwin memastikan sebaran abu tersebut. Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers daring pada hari yang sama.

Dampaknya langsung terasa di sektor penerbangan. Sebanyak delapan bandara di Indonesia terpaksa ditutup sementara, antara lain:

  • Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang)
  • Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta)
  • Bandara Husein Sastranegara (Bandung)
  • Bandara Radin Inten II (Lampung)
  • Bandara Taufiq Kiemas (Lampung)

Penutupan ini otomatis mengganggu jadwal penerbangan domestik dan internasional. Jika kamu punya rencana terbang dari atau ke kota-kota tersebut, pantau terus pengumuman resmi maskapai dan otoritas bandara.

Lima Gunung Lain yang Perlu Diwaspadai

Selain Anak Krakatau, lima gunung api lainnya juga berstatus siaga. Berikut rincian aktivitasnya:

1. Gunung Sinabung, Sumatera Utara

Status Gunung Sinabung di Kabupaten Karo naik dari Waspada ke Siaga pada 31 Agustus 2026. Pengamatan PVMBG pada 4 September menunjukkan asap kawah utama berwarna putih tebal dengan ketinggian 300-500 meter dari puncak.

2. Gunung Semeru, Jawa Timur

Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini meningkat statusnya menjadi Siaga setelah erupsi terekam pada Senin (7/9) pukul 04.50 WIB. Petugas PVMBG, Rian Sigit Alfian, melaporkan kejadian ini berdasarkan data seismograf.

3. Gunung Lewotobi Laki-laki, Nusa Tenggara Timur

Berstatus Siaga sejak 12 Mei 2026, gunung ini telah erupsi dua kali sejak 4 Agustus. Kolom abunya mencapai 800 meter dan mengarah ke barat serta barat laut.

4. Gunung Ili Lewotolok, Nusa Tenggara Timur

Gunung ini naik ke Level III sejak 2 Juli 2026. Erupsi masih berlanjut hingga Minggu (6/9) malam dengan tinggi kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak.

5. Gunung Ibu, Maluku Utara

Berstatus Siaga sejak 28 Januari 2026, Gunung Ibu di Halmahera masih menunjukkan aktivitas tinggi. Erupsi terakhir tercatat Minggu (6/9) dengan kolom abu setinggi 500 meter.

Tips Aman untuk Traveler

Bagi kamu yang berencana liburan ke area sekitar gunung berapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, jangan mendekati area yang direkomendasikan dilarang oleh PVMBG. Kedua, siapkan masker untuk melindungi pernapasan dari abu vulkanik.

Ketiga, selalu cek status terkini gunung berapi melalui aplikasi atau situs resmi Magma Indonesia. Informasi ini penting untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalananmu.

Untuk informasi terbaru mengenai penutupan bandara dan rute penerbangan, konfirmasi langsung ke maskapai atau hubungi otoritas bandara setempat. Kondisi ini bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan aktivitas gunung.

Reporter: Kemal Batubara
Sumber: politikindonesia.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top