Pertamina Perkuat Pasokan Avtur dan BBM di Maluku Utara, Tinjau Kesiapan Terminal Ternate

Penulis: Indra Firmansyah  •  Rabu, 09 September 2026 | 08:37:31 WIB
Pertamina meninjau kesiapan infrastruktur penyimpanan dan penyaluran energi di Terminal Ternate, Maluku Utara.

DI YOGYAKARTA — Maluku Utara yang terdiri dari gugusan pulau memiliki tantangan distribusi energi yang khas. Sebagian besar pasokan mengandalkan transportasi laut, sehingga kesiapan infrastruktur penyimpanan dan penyaluran menjadi faktor krusial. Pertamina merespons dengan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas fasilitas yang ada.

Kunjungan Siddik difokuskan pada dua infrastruktur utama: AFT Baabullah yang menyuplai avtur untuk Bandara Sultan Babullah, dan FT Ternate yang menjadi tulang punggung distribusi BBM bagi masyarakat setempat dan pulau-pulau sekitarnya.

Antisipasi Peningkatan Trafik Penerbangan

AFT Baabullah memiliki peran vital dalam melayani sekitar 15 penerbangan pesawat per hari yang keluar-masuk Bandara Sultan Babullah. Pertamina menilai pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara berpotensi meningkatkan frekuensi penerbangan, yang otomatis mendongkrak kebutuhan avtur.

"Kita mengevaluasi apakah AFT Babullah akan mampu memenuhi kebutuhan dari peningkatan penjualan ke depannya dan apa saja opsi-opsi yang bisa dilakukan untuk pengembangan bisnis," ujar Siddik dalam keterangan resminya, Selasa (8/9).

Evaluasi ini mencakup kapasitas penyimpanan, pola distribusi, hingga rencana pengembangan jangka panjang. Tujuannya memastikan tidak ada kekosongan pasokan saat trafik penerbangan meningkat.

Penguatan Distribusi BBM di Wilayah Kepulauan

Di FT Ternate, fokus evaluasi diarahkan pada kemampuan terminal menerima pasokan berbagai produk energi melalui jalur laut dari Wayame. Pertamina juga mereview kondisi fasilitas jetty untuk memperkuat keandalan sistem distribusi.

"Kita mengevaluasi kemampuan Fuel Terminal Ternate untuk menerima pengiriman kargo dari Wayame untuk berbagai produk dan juga sedang mereview apa perbaikan-perbaikan dari jetty ke depannya," jelas Siddik.

Rahman Pramono, Direktur Manajemen Risiko Pertamina Patra Niaga, menegaskan pengelolaan energi di Papua dan Maluku tidak bisa hanya berpatokan pada keuntungan bisnis semata. Ada mandat menjaga ketahanan energi yang melekat pada Pertamina sebagai BUMN.

"Kita tidak bisa melihat hanya dari sisi profit saja. Kita ada tugas bagaimana menjaga ketahanan energi dari masing-masing wilayah, termasuk daerah yang memang butuh kebutuhan khusus," kata dia.

Tantangan Geografis Indonesia Timur

Region Papua Maluku dinilai sebagai salah satu wilayah paling menantang untuk pendistribusian energi. Kondisi geografis yang terdiri dari banyak pulau membuat mobilisasi pasokan sangat bergantung pada transportasi laut, yang rentan terhadap faktor cuaca.

Karakteristik ini menuntut perencanaan matang dan evaluasi berkala. Pertamina perlu memastikan kapasitas infrastruktur, pola distribusi, dan opsi pengembangan bisnis tetap selaras dengan kebutuhan masyarakat yang terus tumbuh.

Penguatan fasilitas penyimpanan, penerimaan, dan penyaluran energi di Indonesia Timur menjadi kunci menjaga kesinambungan pasokan nasional. Dengan infrastruktur yang andal, aktivitas masyarakat, konektivitas antardaerah, dan pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan dapat terus berjalan tanpa hambatan pasokan energi.

Reporter: Indra Firmansyah
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top