DI YOGYAKARTA — Kawasan Wisata Karampuana di Desa Towale punya ikon baru. Sebuah jembatan sepanjang 150 meter membentang ke arah perairan pantai, menjadi jalur alternatif bagi wisatawan menikmati panorama pesisir Donggala dari sudut yang berbeda.
Jembatan ini dibangun lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Suluttenggo. Peresmiannya pada akhir Agustus 2026 menjadi penanda dibukanya kawasan wisata bahari tersebut untuk kunjungan umum.
Daya tarik paling khas dari jembatan ini adalah posisinya yang memanjang ke arah laut lepas. Dari atasnya, pengunjung bisa melihat langsung terumbu karang di bawah permukaan air yang bening.
Momen paling diburu adalah matahari terbenam. Jembatan menjadi titik pandang favorit untuk menyaksikan langit senja sekaligus mengabadikan foto kunjungan.
Salah seorang pengunjung asal Kota Palu, Sinta, mengaku terkesan dengan suasana kawasan tersebut.
“Pemandangan dari atas jembatan ini benar-benar luar biasa, air lautnya sangat jernih sampai terumbu karang di bawahnya kelihatan jelas. Fasilitas seperti gazebo dan toiletnya juga sudah sangat memadai, jadi bikin betah berlama-lama di sini, terutama saat menunggu momen sunset,” ujarnya.
Pengelola menyiapkan sejumlah sarana untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Berikut daftar fasilitas yang tersedia berdasarkan keterangan pengelola:
Fasilitas tersebut tersebar di area kawasan, memudahkan pengunjung yang datang membawa keluarga untuk berlama-lama di lokasi.
Selain berjalan di atas jembatan, pengunjung biasanya menghabiskan waktu di area gazebo dan payung pantai. Area ini cocok untuk duduk santai sambil menikmati pemandangan laut.
Bagi yang membawa kamera, jembatan menjadi spot utama. Arah bentangan yang menjorok ke laut memberi latar perairan terbuka, terutama saat cahaya sore.
Aktivitas lain yang mulai tumbuh adalah berburu kuliner dan kerajinan warga. Kehadiran wisatawan mendorong warga Desa Towale membuka usaha makanan serta menjual tenun khas Donggala.
Kawasan Wisata Karampuana berada di Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Lokasi ini dapat dijangkau dari Kota Palu, ibu kota provinsi, dengan kendaraan pribadi maupun sewa.
Untuk rute terperinci, durasi tempuh, dan kondisi akses jalan terkini, informasi dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau pengelola kawasan.
Belum ada keterangan resmi soal tarif masuk dan jam buka kawasan wisata ini. Wisatawan yang berencana datang disarankan menghubungi pengelola Desa Wisata Towale atau Dinas Pariwisata Kabupaten Donggala untuk memastikan informasi terbaru sebelum berangkat.
Waktu terbaik datang adalah sore hari menjelang matahari terbenam. Itu momen yang paling banyak dicari pengunjung, sekaligus waktu paling nyaman untuk berjalan di atas jembatan.
Bawa pelindung matahari dan air minum, terutama jika datang bersama anak-anak. Untuk yang ingin berfoto, datang lebih awal agar tidak berdesakan di titik pandang utama.
Jaga kebersihan kawasan. Jembatan dan fasilitas di sekitarnya dibangun untuk mendukung pariwisata bahari berkelanjutan, sehingga pemeliharaannya butuh peran pengunjung.
Durasi ideal kunjungan sekitar dua hingga tiga jam, cukup untuk menyusuri jembatan, bersantai di gazebo, dan menunggu sunset. Jika ingin sekaligus mencicipi kuliner warga dan melihat tenun Donggala, alokasikan waktu lebih panjang hingga setengah hari.