YOGYAKARTA — Vokalis Shaggydog, Heru Wahyono, mengatakan ide mendirikan tempat nongkrong yang bisa dipakai untuk pertunjukan musik sudah direncanakan hampir 15 tahun. Baru tahun lalu realisasinya dimulai setelah tabungan band terkumpul dan lokasi tepat ditemukan di Jalan Lobaningratan Nomor 7, kawasan yang tak asing bagi para personel.
Mengapa Shaggydog Memilih Sayidan Lagi?
Dua personel Shaggydog, Richard Bernardo dan Bandizt, memiliki rumah di Sayidan sejak lama. Kampung itu juga menjadi tempat nongkrong mereka di masa lalu. "Tetangga-tetangga sini memberi tahu, eh itu dikontrakkan, disewakan padahal enggak ada tulisannya. Lalu kami dapat tempat ini, di Sayidan, akhirnya kami balik ke sini lagi," kata Heru saat ditemui di Milli Sayidan, Selasa (5/5/2026).
Rumah yang dipilih sebelumnya adalah rumah induk keluarga besar yang sudah mangkrak selama empat tahun. Bentuknya nyaris seperti hutan kecil. "Kami membersihkannya menggunakan uang tabungan yang dikumpulkan bertahun-tahun," ujar Heru.
Arti Nama Milli: Mengalir Seperti Sungai Code
Nama Milli dipilih oleh gitaris Shaggydog, Raymond. Dalam bahasa tertentu, milli berarti mengalir—merujuk pada lokasi yang dekat dengan Sungai Code dan karakter band yang organik. Heru menjelaskan, huruf 'L' sengaja ditambahkan agar bisa menjadi nama orang. "Milli juga bisa berarti gelas yang terus terisi atau dituang," katanya.
Selain unit F&B, Milli Sayidan kini menjadi kantor Shaggydog beserta beberapa unit usaha: DoggyHouse Records, DoggyShop Jogja, dan manajemen band. Di dalamnya juga terdapat studio tato "Tengkorak Kecil" milik Raphael Danu, vokalis band pop punk Morning Horny, serta satu ruang kosong yang disewakan.
Panggung untuk Musisi Baru yang Tidak Mainstream
Heru mengungkapkan, spirit utama Milli Sayidan adalah menyediakan panggung bagi band-band baru yang kesulitan tampil di kafe arus utama. "Kami juga merasakan bagaimana rasanya waktu itu. Musik kami tidak mainstream dan banyak kafe lebih cenderung memainkan lagu Top 40. Dengan begitu kami merasa band-band seperti kami harus diberi tempat," ujarnya.
Milli Sayidan dibayangkan sebagai versi lokal dari CBGB OMFUG, klub legendaris di New York yang menjadi cikal bakal skena punk. "Kami memang dari dulu punya cita-cita tempat nongkrong. Punya tempat nongkrong, selain nongkrong juga ada tempat gigs, ada venue-nya," kata Heru.
Suasana Kekeluargaan di Pagi Hari, Hingar-bingar di Malam Hari
Pagi itu, seluruh personel Shaggydog berkumpul untuk membuat konten media sosial. Suasana terasa kekeluargaan: para personel tampak ceria setelah mengantar anak-anak mereka berangkat sekolah. Berbeda dengan malam hari yang penuh musik dan minuman beralkohol. "Bapak-bapak itu tampak ceria setelah mengantar anak-anak mereka berangkat sekolah," kata Heru sambil tersenyum.
Milli Sayidan berlokasi selemparan batu dari Polsek Gondomanan. Dengan semangat "tuang sekali gelasmu kawan", Shaggydog berharap tempat ini bisa menjadi rumah baru bagi skena musik Jogja yang terus mengalir.