Pencarian

Pemkot Yogyakarta Pakai Kerja Bakti Sungai Code untuk Ubah Kebiasaan Buang Sampah Warga

Senin, 25 Mei 2026 • 14:17:01 WIB
Pemkot Yogyakarta Pakai Kerja Bakti Sungai Code untuk Ubah Kebiasaan Buang Sampah Warga
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memantau kerja bakti bersih-bersih Sungai Code di Dam Tungkak.

YOGYAKARTA — Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memantau langsung kegiatan bersih-bersih Sungai Code di sekitar Dam Tungkak, Minggu. Ia menegaskan bahwa kerja bakti itu memiliki makna lebih dalam dari sekadar membersihkan aliran sungai secara fisik.

"Pada prinsipnya ini tidak hanya makna secara fisik sungainya bersih, tapi mengubah perilaku masyarakat itu menjadi lebih penting," kata Hasto Wardoyo di sela pemantauan.

Rekonstruksi Sosial Lewat Sungai Bersih

Menurut Hasto, Pemkot Yogyakarta saat ini gencar mendorong rekonstruksi sosial di tengah masyarakat. Target utamanya adalah mengubah kebiasaan warga yang selama ini ringan tangan membuang sampah ke sungai.

Wali Kota berharap mahasiswa bisa menjadi agen perubahan dalam kampanye besar-besaran mengajak masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai. "Saya kira mahasiswa menjadi agent of change yang nantinya bisa kampanye besar-besaran dan mengajak masyarakat untuk mengubah perilakunya," ujar Hasto.

Program Mas JOS dan Peran Juru Pilah Sampah

Pemkot Yogyakarta sudah memiliki gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS) yang melibatkan juru pilah sampah atau jumilah. Mereka bersama para lurah di wilayah bantaran sungai diharapkan mampu menggerakkan warga untuk membersihkan sungai secara rutin.

Hasto mengingatkan para lurah bahwa kebersihan sungai, termasuk rumput dan sampah di sekitarnya, menjadi tanggung jawab wilayah masing-masing. Beberapa hari sebelumnya, Pemkot juga melakukan kegiatan susur Sungai Code untuk memantau kondisi terkini aliran sungai sebagai bagian dari penataan.

Konsep Mundur Munggah Madhep Kali

Pemkot Yogyakarta memiliki program penataan sungai dengan konsep Mundur Munggah Madhep Kali, yang berarti mundur, naik, dan menghadap ke sungai. Konsep ini bertujuan agar rumah-rumah di bantaran tidak lagi membelakangi sungai sehingga kotoran tidak langsung dibuang ke aliran air.

"Dengan cara begitu, maka rumah tidak ada yang membelakangi sungai, kotoran tidak ada yang ke sungai. Kalau ada kebakaran, ada emergency yang harus dijangkau, bisa dijangkau (mobil)," kata Hasto Wardoyo.

Ke depan, Pemkot menargetkan sepanjang Sungai Code bisa diakses oleh kendaraan mobil untuk mendukung mobilitas warga dan akses darurat.

Bagikan
Sumber: jogja.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks