YOGYAKARTA — Lion Group menjadi salah satu maskapai pertama yang menyambut positif keputusan pemerintah mengaktifkan kembali operasional penerbangan komersial di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Grup dengan armada terbesar di Indonesia itu memproyeksikan volume penumpang di bandara tersebut bisa melampaui angka trafik sebelum hadirnya Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Potensi Pasar dan Tipe Pesawat yang Disiapkan
Di Yogyakarta, Lion Group melihat prospek pasar yang luas untuk Bandara Adisutjipto. Selain menggunakan pesawat baling-baling tipe ATR, maskapai Super Air Jet yang berada di bawah grup yang sama berpeluang mengoperasikan pesawat jet untuk melayani rute antar-pulau.
Untuk Bandara Husein Sastranegara, langkah awal akan menggunakan pesawat ATR yang sesuai dengan spesifikasi teknis bandara. Rute yang ditargetkan mencakup koneksi Bandung dengan kota-kota besar di Sumatera dan Kalimantan.
Infrastruktur yang Harus Disiapkan Sebelum Operasional
Pihak Lion Group menekankan bahwa kesiapan sarana dan prasarana bandara menjadi kunci utama. Operasional optimal hanya bisa terwujud jika seluruh aspek keselamatan terpenuhi. Beberapa kebutuhan infrastruktur yang harus disiapkan meliputi:
- Peningkatan fasilitas pemadam kebakaran bandara sesuai standar keselamatan penerbangan terbaru
- Penyesuaian kategori layanan keselamatan untuk mendukung frekuensi penerbangan yang lebih tinggi
- Penyediaan dan pemeliharaan peralatan pendukung operasional di darat (ground handling)
- Pemenuhan kebutuhan teknis lainnya untuk menjamin kenyamanan dan keamanan penumpang
Dampak Ekonomi yang Diharapkan dari Reaktivasi Bandara
Kebijakan pembukaan kembali kedua bandara ini diyakini mampu menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata setempat secara signifikan. Pemerintah daerah dan maskapai penerbangan nasional memberikan respons positif terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Lion Group sendiri berkomitmen penuh mendukung visi presiden dalam meningkatkan konektivitas udara di Bandung dan Yogyakarta. Meski antusiasme tinggi, maskapai mengingatkan bahwa kesiapan sarana menjadi faktor penentu sebelum jadwal penerbangan komersial dapat dimulai.