YOGYAKARTA — Pemerintah Kota Yogyakarta serius menggarap kampung wisata sebagai ujung tombak sektor pariwisata daerah. Wakil Wali Kota Wawan Harmawan mengatakan, kampung-kampung ini tidak lagi hanya menawarkan suvenir atau makanan, melainkan pengalaman hidup yang menyatu dengan keseharian masyarakat.
Bukan Sekadar Jalan-Jalan, Tapi Jadi Bagian dari Komunitas
"Kampung wisata menjual potensi yang dimiliki masing-masing kampung. Ini sangat menarik dan terus kita kembangkan," kata Wawan dalam talkshow "Kemajuan Seni dan Budaya Jogja Celebration: Culture and Local Experience" di Yogyakarta, Sabtu.
Menurut dia, kampung wisata dinilai mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda karena menawarkan kekhasan budaya dan kehidupan masyarakat setempat. Bahkan beberapa kampung wisata di Kota Yogyakarta sudah dikenal secara nasional karena memiliki atraksi budaya yang unik dan otentik.
Wayang Orang hingga Karawitan Jadi Daya Tarik
Wawan menyebut, Yogyakarta memiliki beragam potensi budaya yang dapat terus dikembangkan. Mulai dari karawitan, wayang orang, seni tradisi, hingga berbagai aktivitas budaya yang melibatkan masyarakat langsung. Semua itu, kata dia, sejalan dengan tren wisata saat ini yang tidak lagi hanya berorientasi pada kunjungan destinasi, tetapi juga pengalaman.
Oleh karena itu, berbagai inovasi seperti wisata tematik, jelajah kawasan heritage, hingga kegiatan berbasis wisata budaya menjadi peluang besar untuk terus dikembangkan.
Wilayah Kecil, Potensi Besar
Meskipun Kota Yogyakarta memiliki wilayah relatif kecil, sekitar 32,5 kilometer persegi, kota ini memiliki kekuatan besar pada kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, serta suasana yang aman dan nyaman bagi wisatawan. "Yang ingin terus kami bangun adalah kenyamanan dan rasa aman bagi siapapun yang datang ke Yogyakarta. Ditambah dengan identitas budaya yang kuat, kearifan lokal yang terjaga, dan ruang kolaborasi yang terbuka bagi semua pihak," ujar Wawan.
Kolaborasi Jadi Kunci, Bukan Hanya Kerja Pemkot
Wawan menegaskan, kemajuan pariwisata Yogyakarta tidak dapat dibangun oleh pemerintah semata. Butuh sinergi seluruh pihak, mulai dari pelaku usaha, komunitas seni, akademisi, hingga masyarakat. "Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri, harus ada dukungan dari sektor swasta, akademisi, komunitas, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, pariwisata Yogyakarta akan semakin komprehensif dan memiliki daya saing yang kuat," katanya.