Pencarian

Pengamat Pariwisata Dorong Bali Tiru Konsep Penghijauan Yogyakarta, Tanam Pohon Asam untuk Atasi Suhu Panas di Denpasar

Minggu, 07 Juni 2026 • 11:58:31 WIB
Pengamat Pariwisata Dorong Bali Tiru Konsep Penghijauan Yogyakarta, Tanam Pohon Asam untuk Atasi Suhu Panas di Denpasar
Pengamat pariwisata dorong Bali tiru penghijauan Yogyakarta dengan menanam pohon asam.

DENPASAR — I Nyoman Sunarta mencontohkan penataan kawasan Malioboro yang menggunakan pohon asam sebagai elemen utama penghijauan. Menurutnya, langkah ini terbukti fungsional dalam menciptakan suasana kota yang lebih sejuk dan nyaman bagi pejalan kaki, bahkan di tengah pusat keramaian.

Mengapa Pohon Asam Cocok untuk Perkotaan?

Dalam kajiannya, Sunarta menjelaskan bahwa pemilihan jenis vegetasi tidak boleh sembarangan. Pohon asam dinilai memiliki sejumlah keunggulan spesifik untuk wilayah urban.

  • Jumlah stomata pada daunnya sangat banyak, sehingga efektif menyerap emisi karbon dioksida dari kendaraan bermotor.
  • Sistem perakaran cenderung tumbuh vertikal ke bawah dan tidak agresif, sehingga aman bagi fondasi bangunan dan trotoar.
  • Tajuk daunnya rimbun namun halus, memberikan keteduhan maksimal tanpa menimbulkan kesan gelap dan lembap.
  • Daya tahan pohon ini tinggi terhadap berbagai kondisi cuaca ekstrem dan polusi kendaraan.

Riset 2018 Ungkap Dampak Konkret Hilangnya RTH

Berdasarkan riset yang dilakukan Sunarta pada 2018, perubahan lahan hijau menjadi beton dan bangunan permanen berdampak signifikan pada suhu lingkungan. Material bangunan cenderung menyimpan energi panas dari sinar matahari lebih lama.

Kondisi inilah yang menyebabkan suhu di pusat kota terasa jauh lebih menyengat dibandingkan area pinggiran yang masih banyak ditanami pohon. Tanpa langkah mitigasi, kenyamanan tinggal di kawasan perkotaan Bali, khususnya Denpasar, dikhawatirkan akan terus menurun.

Revegetasi Butuh Keterlibatan Ahli Biologi

Sunarta menegaskan bahwa program penghijauan kembali adalah langkah paling sederhana namun efektif untuk menekan kenaikan suhu. Namun, ia memperingatkan agar pemerintah tidak asal memilih tanaman.

"Program penghijauan kembali atau revegetasi adalah langkah paling sederhana namun efektif untuk menekan kenaikan suhu. Meski demikian, pemilihan jenis tanaman tidak boleh dilakukan secara sembarangan agar manfaatnya maksimal," ujar Sunarta.

Ia menyarankan agar pemerintah melibatkan para ahli biologi dan pakar lingkungan dalam menentukan jenis vegetasi. Hal ini bertujuan memastikan tanaman yang dipilih sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan ekologis jangka panjang.

Konsep menanam pohon asam sendiri merupakan warisan tata kota dari zaman kolonial Belanda yang dihidupkan kembali di Yogyakarta. Kehadiran ruang hijau yang tertata rapi diharapkan mampu mengembalikan daya tarik Bali sebagai destinasi wisata yang sejuk dan asri bagi generasi mendatang.

Bagikan
Sumber: inikata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks