Pencarian

3 Gangguan Prostat yang Mengintai Pria Seiring Bertambah Usia, dari BPH hingga Kanker

Kamis, 24 September 2026 • 13:46:31 WIB
3 Gangguan Prostat yang Mengintai Pria Seiring Bertambah Usia, dari BPH hingga Kanker
Dokter spesialis urologi memaparkan tiga gangguan prostat yang sering dialami pria seiring bertambah usia.

YOGYAKARTA — Keluhan buang air kecil yang datang berulang sering diabaikan pria, terutama mereka yang masih aktif bekerja dan mengurus keluarga. Padahal, keluhan semacam itu bisa menjadi tanda awal gangguan pada prostat. Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Onkologi, dr. Andar R. Siregar, Sp.U., Subsp.Onk.(K), menyebut ada tiga gangguan prostat yang paling sering ditemukan pada pria.

"Gangguan prostat merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami pria, terutama seiring pertambahan usia. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas dan kualitas hidup," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.

1. Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Gangguan yang paling sering terjadi adalah Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak. Kondisi ini muncul ketika kelenjar prostat membesar bukan karena kanker.

Menurut dr. Andar, BPH dialami sekitar 50 persen pria berusia 60-an tahun. Angka itu melonjak hingga 90 persen pada pria berusia di atas 80 tahun.

Ketika prostat membesar, jaringan tersebut menekan saluran kemih (uretra) sehingga aliran urine terhambat. Gejala yang muncul antara lain sulit memulai buang air kecil, pancaran urine melemah, harus mengejan, lebih sering buang air kecil, dan merasa kandung kemih belum kosong usai buang air kecil.

Keluhan ini termasuk dalam kelompok Lower Urinary Tract Symptoms (LUTS) atau gangguan saluran kemih bagian bawah. Meski awalnya terasa ringan, kondisi tersebut dapat mengganggu kualitas tidur dan aktivitas harian.

2. Prostatitis, Lebih Sering Menyerang Pria Usia Muda

Berbeda dengan BPH yang banyak ditemukan pada lansia, prostatitis lebih sering terjadi pada pria usia muda hingga paruh baya. Prostatitis merupakan peradangan atau pembengkakan pada prostat yang umumnya disebabkan infeksi bakteri.

Kondisi ini menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan. Karena penyebabnya berbeda dengan BPH, penanganan prostatitis harus disesuaikan dengan faktor yang mendasarinya. Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radiostar.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks