SLEMAN — Sendang Toino terletak di Padukuhan Toino, Kalurahan Pandowoharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman. Dari Titik Nol Kilometer Jogja, jaraknya sekitar 12 kilometer dan bisa ditempuh dalam 30 menit berkendara. Sendang ini berada di pinggir Sungai Denggung.
Perempuan yang sedang kesulitan urusan asmara disebut bisa mencoba mandi di sendang ini. Laman resmi Kalurahan Pandowoharjo mencatat kepercayaan bahwa mandi di Sendang Toino akan "mengentengkan" jodoh.
Dari Mana Kepercayaan Sendang Toino Berasal?
Keyakinan itu berakar dari mitos seorang dewi bernama Toh Ino. Dewi tersebut memiliki tanda lahir hitam mirip tompel yang disebut toh. Karena kondisi fisik itu, sang dewi dihina dengan sebutan ino.
Untuk menghilangkan tanda lahir tersebut, Dewi Toh Ino berendam di sendang. Toh itu hilang dan sang dewi berubah menjadi sosok cantik jelita sehingga tak lagi kesulitan mencari jodoh. Kisah itulah yang diwariskan turun-temurun hingga sekarang.
Sendang Kasihan di Bantul dan Aura Pengasihan
Geser ke selatan, Sendang Kasihan berada di Jalan Sendang, RT 05/RW 18, Padukuhan Kasihan, Kalurahan Tamantirto, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Dari Titik Nol Kilometer Jogja, jaraknya sekitar 8 kilometer.
Wahyana Giri MC dalam buku Sajen & Ritual Orang Jawa menjelaskan bahwa siapa saja yang mandi di sendang ini konon mendapat aura pengasihan. Aura itu membuat seseorang dicintai banyak orang sehingga lebih mudah mendapat jodoh.
Kisah masa lalu mencatat Gusti Pembayun, putri Panembahan Senopati, mandi di Sendang Kasihan sebelum memikat Ki Ageng Mangir. Ki Ageng Mangir adalah penguasa wilayah Mangiran yang menolak menjadi bawahan Mataram.
Gusti Pembayun diutus menaklukkan hati Ki Ageng Mangir. Sang putri mengawali misinya dengan mandi di sendang tersebut. Setelah mandi, tubuhnya disebut bercahaya dan kecantikannya tak tertandingi hingga membuat Ki Ageng Mangir luluh.
Bawa Kembang Setaman hingga Uang Wajib
Hingga kini, banyak orang sengaja datang ke Sendang Kasihan untuk mandi. Tidak ada tata cara khusus untuk mendapatkan manfaatnya. Setiap orang yang datang mesti membawa kembang setaman beserta kemenyan, rokok, mbako suruh, dan uang wajib.
Sendang Logantung di Gunungkidul dan Kisah Kyai Panjang Mas
Sendang Logantung terletak di Padukuhan Logantung, Kalurahan Sumberejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul. Laman resmi Desa Sumberejo mencatat sendang ini bermula saat Kyai Panjang Mas, tokoh Mataram pencinta kesenian, tersesat di hutan belantara.
Karena haus tak tertahankan, Kyai Panjang Mas bersemedi. Setelah bertapa cukup lama, muncullah mata air dari lubang kecil. Suatu ketika, Kyai Panjang Mas berburu kijang dan berhasil memanah kaki hewan itu.
Kijang tersebut berlari terpincang-pincang hingga masuk ke lubang mata air buatan Kyai Panjang Mas. Ia kaget ketika melihat si kijang keluar dan bisa berlari kencang seolah tak terluka. Mata air itu kemudian diberi nama Sendang Panguripan, yang lama-kelamaan berubah menjadi Sendang Logantung.
Konon, air sendang ini bisa menyembuhkan penyakit, khususnya penyakit tulang, mewujudkan permohonan, hingga mendapatkan jodoh. Kepercayaan itu membuat Sendang Logantung tetap dikunjungi warga yang mencari pasangan maupun kesembuhan.