Pencarian

DPRD Sleman Tekankan Kepedulian Tetangga Jadi Kunci Penanganan Stunting

Rabu, 14 Oktober 2026 • 08:48:01 WIB
DPRD Sleman Tekankan Kepedulian Tetangga Jadi Kunci Penanganan Stunting
Anggota Komisi D DPRD Sleman M. Arif Priyosusanto menekankan pentingnya kepedulian tetangga dalam penanganan stunting.

SLEMAN — M. Arif Priyosusanto menyoroti peran lingkungan sekitar yang selama ini kerap terlewat dalam penanganan stunting. Menurutnya, kepedulian warga menjadi pintu masuk utama agar keluarga dengan anak stunting mau terbuka dan mendapat penanganan lanjutan.

Arif menilai selama ini penanganan stunting lebih banyak bertumpu pada intervensi petugas kesehatan dan program pemerintah. Padahal, tetangga dan warga di sekitar rumah keluarga tersebut punya posisi strategis untuk mendeteksi lebih awal dan mendorong keluarga mencari bantuan.

Kepedulian Harus Disertai Pengetahuan Gizi

Politikus yang duduk di Komisi D DPRD Sleman itu mengingatkan kepedulian sosial saja tidak cukup. Warga perlu memahami langkah penanganan stunting, termasuk pemenuhan gizi yang tepat bagi anak.

"Artinya, kepedulian itu harus diawali dari pengetahuan. Kalau peduli saja tetapi tidak mengerti penanganannya, sama saja," tuturnya, Rabu (13/10/2026).

Arif menilai pendekatan yang hanya mengandalkan empati tanpa pemahaman teknis berisiko membuat keluarga stunting tetap tidak tertangani. Karena itu, ia mendorong penyediaan bahan bacaan soal stunting agar warga punya rujukan konkret saat menemukan kasus di lingkungannya.

Anak Stunting Tidak Boleh Dikucilkan

Arif menegaskan anak yang mengalami stunting tidak boleh dijauhi maupun dikucilkan masyarakat. Sebaliknya, warga perlu memberikan dukungan kepada anak dan keluarganya agar proses penanganan bisa berjalan lebih cepat.

"Jadi tidak dijauhi, tidak dikucilkan, tetapi malah didukung oleh seluruh warga. Harapan kita, kalau ada kasus, penanganannya nanti bisa lebih cepat dengan kepedulian dari tetangga-tetangga," katanya.

Menurut dia, stigma terhadap keluarga dengan anak stunting justru memperlambat penanganan. Keluarga yang merasa dijauhi cenderung menutup diri dan enggan mengakses layanan kesehatan maupun pendampingan gizi.

Literasi Jadi Pintu Masuk Penurunan Angka Stunting

Arif mendorong penyediaan materi buku soal stunting yang bisa dipahami warga masyarakat. Dengan begitu, ketika ada warga yang dinyatakan stunting, tetangga di sekitarnya sudah tahu penanganan dan gizi yang tepat.

"Materi buku stunting ini agar bisa dipahami oleh warga masyarakat. Sehingga ketika ada warga yang dinyatakan stunting, tetangga-tetangganya sudah paham penanganannya harus seperti apa dan gizi yang tepat seperti apa," katanya.

Arif berharap peningkatan literasi kesehatan di tingkat masyarakat memperkuat keterlibatan warga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Pemahaman soal stunting dan gizi yang tepat diharapkan membantu mempercepat upaya penurunan angka stunting di Sleman.

Pendekatan yang menempatkan dukungan warga dan pemahaman gizi sebagai bagian penting penanganan stunting dinilai relevan dengan kondisi wilayah yang masih menghadapi persoalan gizi anak. Kepedulian sosial yang disertai pengetahuan diharapkan menciptakan lingkungan yang mendukung keluarga dengan anak stunting.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jogjapolitan.harianjogja.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks