Pencarian

Suhu DIY Capai 33-35 Derajat Celsius Sepekan Terakhir, BMKG Sebut El Nino dan Kemarau Panjang

Kamis, 15 Oktober 2026 • 13:04:01 WIB
Suhu DIY Capai 33-35 Derajat Celsius Sepekan Terakhir, BMKG Sebut El Nino dan Kemarau Panjang
Suhu udara di wilayah DIY mencapai 33–35 derajat Celsius selama sepekan terakhir akibat El Nino dan kemarau panjang.

YOGYAKARTA — Analis Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Rahmad Tauladani, mengungkapkan kondisi atmosfer global saat ini sedang mengalami El Nino. Dampak yang dirasakan wilayah Indonesia berupa berkurangnya potensi hujan sehingga musim kemarau berlangsung lebih panjang dari biasanya.

Minimnya pertumbuhan awan membuat sinar matahari terasa lebih terik karena tidak banyak penghalang yang menutupi pancarannya. Suhu udara pun meningkat, khususnya di wilayah perkotaan dengan aktivitas kendaraan yang cukup tinggi.

"Dikarenakan proses pertumbuhan awan tidak terjadi sehingga panas dari sinar matahari akan langsung dirasakan tanpa adanya penghalang seperti awan, dari data yang ada suhu udara maksimum dalam sepekan ini mencapai 33-35 derajat celcius terutama untuk wilayah perkotaan yang aktifitas kendaraannya cukup banyak," jelas Rahmad.

Hari Tanpa Hujan di DIY Tembus Lebih dari 60 Hari

Kondisi kemarau panjang terlihat dari hari tanpa hujan (HTH) di DIY yang relatif lebih panjang dibandingkan biasanya. Sebagian besar wilayah DIY mengalami hari tanpa hujan selama lebih dari 60 hari.

"Pada saat ini kondisi global atmosfer sedang mengalami El-Nino dimana dampak yang dirasakan di wilayah Indonesia adalah berkurangnya potensi hujan sehingga mengalami musim kemarau yang panjang, hal ini mengakibatkan wilayah DIY mengalami hari tanpa hujan yang relatif panjang dari biasanya yang mencapai >60hari tanpa hujan yang hampir menyeluruh di seluruh wilayah DIY," papar Rahmad.

Kapan Musim Hujan Tiba di DIY?

Rahmad memprakirakan awal musim hujan di wilayah DIY baru terjadi pada akhir November atau awal Desember 2026. Sementara itu, potensi hujan di wilayah Jawa Tengah saat ini cenderung muncul di sekitar kawasan pegunungan.

"Dari prakiraan awal musim hujan di wilayah DIY diprediksi pada akhir November atau awal Desember 2026. Pada saat ini potensi hujan di wilayah Jateng terjadi disekitar pengunungan akibat dari proses pertumbuhan awan 'orografik', sehingga jika terdapat potensi pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah DIY biasanya terjadi disekitar puncak gunung Merapi atau sekitar pegunungan Menoreh seperti Samigaluh dan Kalibawang," jelasnya.

Keluhan Pekerja Lapangan: Sakit Kepala hingga Cepat Lelah

Syofyan, seorang karyawan swasta yang mayoritas bekerja di luar ruangan, mengaku cuaca panas di Jogja tahun ini terasa lebih menyengat dibandingkan tahun lalu. Dia bahkan harus membawa baju ganti saat bekerja di lapangan.

"Kalau dibandingkan tahun lalu, rasanya bisa berbeda-beda. Yang paling terasa itu ketika matahari terik dari pagi sampai siang dan hujan belum juga turun," kata Syofyan.

Dia menyebut cuaca panas berdampak pada kondisi fisiknya. Sakit kepala dan rasa lelah lebih cepat muncul setelah terlalu lama beraktivitas di bawah terik matahari.

"Jelas terasa di badan. Kalau terlalu lama di bawah matahari, kepala sering sakit. Biasanya badan juga lebih cepat capek, keringat banyak keluar, dan rasanya ingin terus minum," ujarnya.

Kondisi tersebut turut memengaruhi konsentrasi Syofyan saat bekerja. Meski demikian, pekerjaan di lapangan tetap harus diselesaikan sehingga dia perlu mengatur tenaga dan menyempatkan diri untuk beristirahat.

"Kadang konsentrasi juga berkurang karena badan sudah telanjur lelah. Kalau pekerjaan masih banyak, mau tidak mau harus pintar mengatur tenaga dan mencari waktu untuk istirahat sebentar," pungkas Syofyan.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks