Pencarian

Shin Tae-yong Tolak Wacana Pengurangan Poin Persija Buntut Penyerangan Bus Persib U-18

Sabtu, 17 Oktober 2026 • 18:51:31 WIB
Shin Tae-yong Tolak Wacana Pengurangan Poin Persija Buntut Penyerangan Bus Persib U-18
Pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong menolak wacana pengurangan poin buntut penyerangan bus Persib U-18.

DI YOGYAKARTA — Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menolak wacana pengurangan poin yang mencuat setelah penyerangan bus rombongan Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360 Batang, Jawa Tengah. Ia menilai klub tak semestinya dibebani hukuman atas tindakan oknum di luar stadion, dan meminta aparat hukum bertindak tegas terhadap pelaku.

Penolakan Shin Tae-yong disampaikan pada Jumat (16/10/2026), empat hari setelah insiden yang melibatkan rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung itu terjadi pada Minggu (11/10/2026). Bus yang membawa pemain dan ofisial Persib diserang sekelompok orang yang diduga suporter Persija Jakarta.

Dalam pernyataannya, Shin menegaskan bahwa pertanggungjawaban klub harus dibedakan dari perbuatan individu. Klub, menurut dia, bertanggung jawab atas keamanan dalam lingkup penyelenggaraan pertandingan, tetapi tidak bisa otomatis dipersalahkan atas tindakan oknum di luar arena.

Kerusakan Bus dan Korban Luka dari Dua Sisi

Akibat penyerangan di Rest Area KM 360 Batang, bus Persib mengalami kerusakan. Sejumlah barang dilaporkan dijarah, sementara beberapa pemain dan ofisial mengalami luka-luka.

Sehari setelah kejadian, giliran rombongan The Jakmania yang diserang di Tol Palikanci KM 200, Cirebon, Senin (12/10/2026) dini hari. Dua suporter mengalami luka akibat lemparan batu oleh oknum tidak dikenal.

Dua peristiwa beruntun itu menunjukkan rivalitas suporter masih berpotensi menimbulkan kericuhan di luar lapangan, dan memicu kekhawatiran soal keamanan kompetisi.

Erick Thohir Buka Opsi Sanksi Pengurangan Poin

Sebelum penolakan Shin mencuat, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan bahwa federasi tengah mengkaji kemungkinan memberikan sanksi pengurangan poin sebagai respons atas penyerangan bus Persib U-18. Sanksi itu disebut sebagai salah satu bentuk hukuman untuk memberikan efek jera.

Erick menegaskan keputusan akan diambil dengan mempertimbangkan aspek keadilan dan keberlangsungan kompetisi. PSSI kini dihadapkan pada dilema: menerapkan pengurangan poin atau mencari mekanisme lain yang lebih tepat untuk menindak pelaku.

Shin Tae-yong: Melimpahkan Kesalahan ke Klub Tidak Masuk Akal

Shin menilai melimpahkan kesalahan kepada klub tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan prinsip keadilan. Ia meminta aparat hukum bertindak tegas terhadap pelaku penyerangan bus.

Pernyataan pelatih asal Korea Selatan itu menambah perdebatan soal langkah yang perlu diambil untuk mengatasi aksi anarkis suporter di sepak bola Indonesia. Di satu sisi, federasi butuh efek jera; di sisi lain, sanksi kolektif dinilai menghukum pihak yang tidak terlibat langsung.

Yang Dipertaruhkan: Keamanan Tim di Luar Stadion

Insiden ini kembali menyoroti persoalan keamanan tim sepak bola ketika melakukan perjalanan di luar lingkungan stadion. Perlindungan terhadap pemain, ofisial, dan suporter menjadi pekerjaan rumah yang harus berjalan seiring ketegasan terhadap pelaku kekerasan.

Bagi PSSI, keputusan soal pengurangan poin akan jadi ujian: apakah federasi memilih hukuman kolektif atau mekanisme lain yang lebih presisi menyasar pelaku. Shin Tae-yong jelas berada di kubu yang menolak klub menanggung akibat perbuatan oknum di luar arena.

Follow jogjamonitor.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: harapanrakyat.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks