DI YOGYAKARTA — Ke-16 tim peserta berasal dari regional Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Mereka akan bersaing di dua kategori usia, U-15 dan U-18, dalam format yang berbeda dari babak regional. Jika sebelumnya menggunakan sistem kompetisi penuh, All-Stars mengadopsi babak penyisihan grup dilanjutkan fase gugur (knock-out) mulai semifinal.
Program Manager Hydroplus Soccer League, Rijki Kurniawan, mengatakan perubahan format ini sengaja dirancang untuk memberikan pengalaman berbeda bagi para pemain muda. “Dengan adanya penyisihan grup dan fase gugur, setiap tim akan merasakan atmosfer kejuaraan yang sesungguhnya,” ujarnya.
“Mereka dituntut tampil prima dan fokus. Setiap pertandingan adalah partai final yang menentukan perjuangan menuju gelar juara,” lanjut Rijki. Untuk kategori U-15, pertandingan menggunakan lapangan 40x60 meter dengan 9 pemain per tim selama 2x25 menit. Sementara U-18 memakai lapangan standar dewasa dengan 11 pemain dan durasi 2x35 menit.
Turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi antar-SSB. Rijki mengonfirmasi bahwa pelatih Timnas Indonesia Putri, Timo Scheunemann dan Takumi Taniguchi, akan melakukan pemantauan langsung selama turnamen berlangsung. Targetnya, 50 hingga 60 pemain terbaik akan diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia U-16.
Mereka disiapkan untuk tampil di Srikandi Merdeka Cup 2026 pada Agustus mendatang di venue yang sama. Turnamen U-16 itu akan mempertemukan tim nasional dari tujuh negara Asia: Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, Jordania, dan Arab Saudi.
Rijki menjelaskan bahwa Hydroplus Soccer League All-Stars merupakan bagian dari ekosistem pembinaan berkelanjutan yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation. Program ini dimulai dari MilkLife Soccer Challenge untuk kelompok usia KU-10 dan KU-12, lalu berlanjut ke Hydroplus Soccer League untuk U-15 dan U-18.
“Turnamen ini melengkapi piramida pembinaan. Kami memfasilitasi bibit berbakat agar terus berkembang sebelum masuk ke jenjang usia lebih tinggi,” kata Rijki. Selain itu, kompetisi ini juga diharapkan menjadi talent pool bagi klub elit yang ingin membentuk tim putri serta federasi yang mencari pemain potensial untuk tim nasional.
Senior Brand Executive Hydroplus, Margareta Sianne, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung perkembangan atlet muda. “Hydroplus lahir untuk mendukung mereka yang aktif dan ingin memberikan performa terbaik. Kami berharap kompetisi ini melahirkan generasi pesepak bola putri Indonesia yang semakin tangguh,” ujarnya.
Turnamen ini juga bertujuan mendorong pertumbuhan sekolah sepak bola (SSB) putri di Tanah Air. Dengan adanya wadah pembinaan intensif seperti Hydroplus Soccer League, SSB diharapkan memiliki arah yang jelas dalam mengasah bakat pemain muda putri Indonesia.