GUNUNGKIDUL — Sebanyak 13 titik pembangunan infrastruktur di Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, dikerjakan dengan semangat gotong royong antara pemerintah dan masyarakat. Program Tahun Anggaran 2026 ini mencakup proyek jalan beton, talud, drainase, hingga bronjong pengaman tebing yang tersebar di 13 kalurahan.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa gotong royong bukan sekadar seremoni, melainkan strategi mempercepat pembangunan saat anggaran daerah terbatas.
"Keterbatasan fiskal jangan membuat kita berpangku tangan, kita harus memiliki spirit untuk menggali sumber daya alam dan pendapatan asli daerah melalui kegotongroyongan," ujarnya saat pencanangan kegiatan di Playen, Selasa.
Panewu Playen Irmawati Rahayu menjelaskan, proyek-proyek tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak warga, khususnya antisipasi bencana alam. Salah satu yang utama adalah pembangunan jalan beton full block sepanjang 112 meter di Kalurahan Banaran yang difungsikan sebagai jalur evakuasi bencana.
Menariknya, warga dan pemerintah kalurahan setempat memutuskan memperpanjang proyek tersebut hingga 312 meter. "Melalui dukungan pendapatan asli kalurahan (PAD) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal), target penyelesaiannya diperpanjang," kata Irmawati.
Di Kalurahan Banyusoco, pemasangan bronjong kawat galvanis setinggi 8,5 meter di Kedung Wanglu menjadi prioritas untuk mengantisipasi longsor tebing. Sementara itu, talud sepanjang 125 meter dibangun di Dusun Wiyoko Tengah, Kalurahan Plembutan, guna melindungi badan jalan dari ancaman longsor.
Selain proyek pengamanan bencana, pembangunan drainase, jalan beton, dan decker plate juga menyasar sejumlah kalurahan lain. Irmawati merinci, proyek tersebut tersebar di Kalurahan Ngleri, Getas, Playen, Logandeng, Bandung, Gading, Bleberan, Dengok, Ngawu, dan Pleret.
Seluruh kegiatan ini didanai melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Kapanewon Playen. Masyarakat setempat disebut menyambut positif program tersebut dan turut berpartisipasi aktif dalam pengerjaan di lapangan.
"Nilai gotong royong ini merupakan warisan luhur Pancasila yang menjadi pembeda bangsa Indonesia di mata dunia," imbuh Bupati Endah.